Laznas Dewan Da’wah Jatim Adakan Program Hijrah Hapus Tatto di Masjid AL-HILaL Surabaya

0
127

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Bertempat di Halaman Masjid AL-HILaL Jl. Purwodadi Raya No.86-88 Surabaya. Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Da’wah Jawa Timur mengadakan program Hijrah Hapus Tatto. Program yang sudah kedua kalinya digelar di Surabaya ini selalu mendapat respons positif dari masyarakat yang ingin berhijrah untuk menghapus tatonya.

Tono Widiatmoko, SE., selaku pelaksana program Laznas Dewan Da’wah Jatim mengatakan, tujuan program ini untuk membantu para masyarakat yang ingin hijrah secara kaffah atau total.

“Jadi kita lembaga sosial Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ingin berbagi kebaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya. Dengan program hapus tato ini salah satunya,” ujarnya kepada sinarpos.co.id Minggu (22/11/2020).

Selain itu, lanjut Tono Widiatmoko, SE., program hapus tato didukung dari Donasi dari para Donatur yang telah dihimpun lewat Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).

“Alhamdulillah, saat ini kami telah mempunyai satu unit alat penghapus tato,” kata Tono Widiatmoko, SE.

Selain hapus tato, Laznas Dewan Da’wah adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan oleh Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia untuk menghimpun dana zakat, infak dan sedekah masyarakat (pribadi maupun lembaga) guna mendukung pembiayaan Program-program Da’wah.

“Visi kami menjadi institut pengelolah zakat terdepan dengan penekanan pada upaya mendorong peningkatan mutu dan sebaran Da’wah di Indonesia dan Misi kami juga meningkat partisipasi dalam Dakwah dan Kepedulian Sosial masyarakat melalui upaya penghimpunan dana Zakat, Infaq, Shadaqah dan wakaf (ZISWAF) serta dana Sosial lainnya yang halal dan legal,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga ingin membangun diri menjadi lembaga yang amanah, Profesional, transparan dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Kami berperan aktif dalam usaha peningkatan mutu dan cangkupan Dakwah Bil-hal kepada masyarakat,” terangnya.

Adapun progam lainnya dari Lembaga Amil Zakat (Laznas), seperti, Program Beasiswa Pendidikan Da’i, Progam Dakwah Pedalaman, Program Dakwah pemberdayaan Masyarakat, dan Program Kemanusiaan,” ungkapnya.

Pelaksana program lainnya, Tono Widiatmoko, SE, menerangkan, bagi warga masyarakat Surabaya yang ingin berhijrah dengan menghapus tato, pada hari Sabtu 28 sampai 29 November 2020 terakhir di Surabaya.

“Jadi hijrah Tatto berakhir pada 28 sampai 29 November tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu depan terakhir,” tuturnya.

Tak hanya itu, Tono Widiatmoko, SE, juga menjelaskan, sebelum dilakukan penghapusan tato, pasien terlebih dulu melalui proses anestesi atau persiapan dengan pemberian salep. Kemudian pasien harus setoran hafalan surat Ar Rahman. Setelah itu penghapusan tato dengan cara tembak laser.

“Penghapusan tato tergantung ketebalan tatonya, kalau tebal banyak tentunya lebih lama. Butuh hingga 10 kali treatmen. Kalau paling cepat 3 sampai 4 treatmen. Jarak antara pertreatmen kira kira sebulan. Jadi kalau tatonya parah bisa sampai 10 bulanan,” jelasnya.

“Yang penting niat, karena program ini benar-benar untuk masyarakat yang ingin hijrah total, untuk mengantisipasi oknum yang hanya memanfaatkan momentum saja, beberapa pertanyaan pastinya akan kami pertanyakan,” tukasnya. (Red)