Bibit Tembakau Mulai Digemari Para Petani Tembakau

0
47

Sampang, (Gerakjatim.com) – Menjelang musim kemarau suasana di pinggir jalan raya pasar omben kecamatan omben kabupaten sampang terpantau rame oleh warga yang jualan bibit tembakau jumat malam (12/06/2020).

Masuk musim tanam tembakau 2020, sejumlah sentra pembibitan tembakau di Kabupaten Sampang, tepatnya di pasar omben Kecamatan omben, mulai melakukan transaksi jual beli bibit tembakau.

Kata salah satu Warga setempat yang juga menjadi penjual bibit tembakau khas madura lebih memilih menempatkan bakal pohon ke tanah yang disekat plastik polybag berukuran kecil, dibandingkan menebarkan langsung pada media tanam lainnya.

”Sekali tebar bisa mencapai 50.000 kantong plastik polybag. Saat ini, untuk harga per 1000 pcs tembakau kami jual Rp 25rb, harga tersebut akan berubah sewaktu-waktu melihat stok dan kebutuhan pembeli,” kata dia, saat ditemui dipinggir Jalan Raya pasar omben.

Dipaparkan lebih lanjut, “Walaupun Permasalahan kerap kali menghampiri petani tembakau saat panen tiba, Harga jual tembakau misalanya, Dengan melimpahnya hasil panen, justru harga tembakau turun, keadaan yang sedemikian sering menghantui para petani tembakau di Kecamatan omben Kabupaten sampang,”imbuhnya.

Terpisah mamad salah satu warga setempat mengatakan, masalah harga tembakau merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersama kelompok-kelompok yang terlibat Yang nantinya bisa berimbas pada kesejahteraan petani tembakau.

“Selama ini yang menjadi penyebab turunnya harga saat panen adalah petani mencari pengepul,” ujarnya jumat malam (12/06/2020).

Sandainya ada beberapa program yang bisa menekan harga tembakau saat panen,Yaitu dinas terkait bisa bekerja sama dengan petani tembakau untuk membantu pengadaan gudang penyimpanan tembakau kering.

“Sesuai hukum ekonomi, semakin banyak barang maka harga akan turun, seandainya di sampang ini ada pabrik rokok dan pihak pabrik bisa mengambil hasil panen petani tembakau ya mungkin bisa mensejahterakan petani tembakau mas,”keluhnya.

Petani Trauma ,Terlepas dari itu, dia mengakui, kebutuhan bibit tembakau tahun ini tidak sebanyak tahun lalu.
“Ya mungkin karena ada corona ini mas,dia menduga, tahun ini mayoritas petani tembakau masih trauma. Pasalnya, pada musim tanam 2019 sebagian harga tembakau anjlok bahkan tidak laku di pasaran,”tutupnya.(Muchtar/Red)