Menteri Pertanian Lepas Tim “Jelajah Desa Pangan” dan Resmikan Alpukat Pameling

0
94

Malang,(GerakJatim.com) – Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo S.H, M.Si, M.H diwakili Sekertaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandri ,Msi laksanakan pelepasan tim Jelajah Desa Pangan (JDP) serta resmikan Alpukat Pameling sebagai varietas unggulan baru buah alpukat yang sempat mencuri perhatian pasar internasional.

 

Kegiatan yang di gelar di Kebun Teh Wonosari Lawang, Minggu (29/11) serta di dukung oleh tiga Kementrian plus sebuah Bank Nasional dan bekerja sama dengan Komunitas berpenggerak empat roda (4×4) Litle Jip Owner Community (LJOC) yang berada dibawah naungan Indonesia Offroad Federation (IOF), bahwasanya kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi desa yang memiliki ekonomi yang tidak bisa dianggap remeh.

 

Event Jelajah Desa Pangan yang ke 4, kali ini dihadiri oleh Menteri Pertanian yang diwakili Sekertaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Kasrem 083 Baladika Jaya, Manager PTPN XII. Dimana malang utara dipilih karena untuk menjadikan Malang Food Estate berbasis Holtikultura khususnya Alpukat Pameling.

 

Dalam sambutanya Sekertaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian mengatakan bahwa meskipun disaat pandemi saat ini, Menteri pertanian tetap peduli dan mendukung pencanangan kegiatan Jelajah Desa Pangan, yang siap untuk mendukung kawasan pangan sejalan dengan program menteri pertanian “food estate” bahkan cita cita presiden dalam “nawacita” yaitu food estate yg berbasis pemberdayaan mandiri dengan berkolaborasi lintas kementrian, lembaga bahkan lintas komunitas.

 

“Kabupaten Malang sudah menjadi food estate yang berbasis produk unggulan yaitu Alpukat Pameling adalah sebuah maskot yang akan menjadi icon pemberdayaan mandiri, kawasan ketahanan pangan bahkan kebun wisata,” tandas Retno.

 

Ditempat yang sama menurut Ketua Pelaksana Jelajah Desa Pangan yang juga Ketua LJOC, Toni Setyawan, dirinya mengatakan bahwa dengan tema Jelajah Desa Pangan Tumapel 4×4, suatu kegiatan dimana dirinya bersama tim hanya memfasilatasi tentang desa-desa potensial pangan seperti petunjuk Menteri Pertanian bahwa Malang sebagai lumbung pangan seharusnya bisa menjadi daerah kawasan pangan.

 

“Kegiatan jelajah desa pangan kita awali di malang utara karena di daerah malang utara khususnya Desa Wonorejo, melalui PT. Pameling Raja Nusantara (Paranusa) mampu mengembangkan bibit buah alpukat varietas unggulan yang mampu menembus pasar internasional. Bentuk buahnya yang bagus dan seksi serta ditunjang dengan ukuranya yang besar sehingga mampu menarik investor asing untuk berinvestasi” terangnya.

 

Dirinya berharap agar kegiatan ini dapat diapresiasi oleh pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah Kabupaten Malang, sehingga mampu bersaing di pasaran internasional.

 

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten Malang merespon langsung kegiatan ini untuk kemajuan masyarakatnya, Malang tumbuh bukan karena politik tapi karena kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah Daerah” ungkapnya.

 

Menurut Toni, Jelajah Desa Pangan juga mendapat dukungan penuh dari TNI Angkatan darat, yang selalu bekerjasama dengan kementrian pertanian untuk membantu mengurusi ketahanan pangan.

“Ketahan pangan merupakan bagian strategi ketahanan nasional, saya sangat senang kegiatan jelajah desa pangan dapat dukungan dari Korem 083 Baladika Jaya” pungkasnya.(Red)