Pelaku UMKM Akan Gulung Tikar, Jika Pemerintah Tak Tanggap Dampak Pandemi Covid-19

0
76

Probolinggo, (Gerakjatim.com) – Covid 19 tidak hanya mampu membunuh masyarakat, bahkan Covid 19 ini juga mampu merubah tatanan Perekonomian bahkan me lock down pemasaran produk home industri.

pengakuan salah satu pemilik Home industri yang ada di kabupaten Probolinggo saat didatangi jurnalis Gerakjatim.com, Ibu Umi Kulstum pemilik home industri krepek tempe di desa Kalirejo RT 06/RW 02 kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo,Rabu (06/05/2020).

Semenjak adanya pandemi Covid 19 ini, dirinya harus mengurangi jumlah produksi krepek tempe dan Semua dialakukan karena pemasyaran produk ini sangatlah menurun dan sepi pembeli, Bahkan penurunan produksi krepek tempe milik umi Kulstum ini sangatlah drastis hingga mencapai 50% lebih.

” harapan saya Pemerintah Daerah bisa memperhatikan pengusaha kecil seperti saya, pengusaha kecil seperti sayalah yang menerima imbas pertama kali akan dampak Covid 19 ini.” Ujar Umi Kulstum

Saat dihubungi melalui sambungan seluler, M khofi salah satu sales marketing nya membenarkan keadaan ini, Menurutnya hal yang paling dominan ada dalam segi pemasyaran, Semenjak diberlakukannya pembatasan jam pasar, stock produk di berbagai outlet masih banyak, apalagi di berbagai minimarket, pom bensin dan warung-warung yang di stok oleh saya” kata khofi

“Biasanya dalam seminggu kunjungan, Kripik tempe ini laku terjual habis, tapi sekarang bisa molor sampai sebulah bahkan bisa lebih”pungkas sales beranak 4 tersebut.(Sholeh/Red)