Wisata Ranu Klakah Ditutup, Pedagang Ikan Menjerit

0
368

Lumajang,(Gerakjatim.com) — Dampak pandemi Covid 19 tidak hanya dirasakan oleh pengusaha besar saja. Pedagang ikan segar dikawasan wisata Ranu Klakah, Lumajang pun menjerit.

Saat Gerakjatim mendatangi lokasi, Selasa (5/5/2020), pasca 5 hari ditutup untuk umum, tempat wisata Ranu Klakah yang terletak di lereng gunung Lemongan, tepatnya desa Tegal Randu Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang tersebut sangatlah sepi dari pengunjung.

Penutupan tersebut atas himbauan pemerintah daerah setempat. Apalagi disaat bulan puasa, tempat ini biasanya ramai didatangi oleh warga sekitar & luar daerah untuk membeli ikan Gurami dan Nila segar. Atau hanya sekedar ngabuburit saja.

Menurut Rudi, salah seorang petugas penjaga menuturkan, “penutupan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 diwilayahnya. Mengingat para pengunjung yang datang bukan hanya warga desanya saja. Apalagi saat ini kecamatan Klakah Sudah masuk kategori Zona merah dalam penyebaran Covid 19. Hal ini kami lakukan sesuai instruksi pemerintah kecamatan dengan pihak pengelolah tempat wisata ini,” ujar Rudi.

Para pedagang menyambut baik, namun juga merasa sangat kesusahan dampak dari penutupan tersebut.

“Tentunya hal ini sangat baik. Tapi kami selaku warga kecil, apalagi mata pencaharian kami hanya berjualan diarea wisata ini, sangatlah menerima dampak pertama dari penetupan tempat wisata ini,” Ujar salah satu pedagang yang enggan namanya di publikasikan.

Pedagang lain menambahkan, “kami yang semula berjualan diarea dalam, kini harus berjualan diluar, Kami yang awalnya bisa menghabiskan 50 kg lebih. kini kami dalam sehari untuk menghabiskan 30 kg saja sangatlah sulit. Kami sangat mengharapkan dibukanya kembali tempat wisata ini. kalaupun perihal pengunjung yang mau masuk, cukup dilakukan pengecekkan saja,” Harap para pedagang.

(Ghus_Shol/red)