Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jrangoan Salurkan Daging Kurban dari Ibu Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si

    0
    294

    Sampang, (GerakJatim.com) – Pondok Pesantren Bustanul Ulum Desa Jrangoan Kec. Omben Kab. Sampang Pimpinan KH. Sholeh Sayuti, As, gelar pemotongan hewan kurban di hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H bertepatan dengan Jumat, (31/7/2020) paska solat Idul Ied.

    “Ada 5 orang yang menitipkan hewan qurban di pesantren kami, masing-masing 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Dan kami potong langsung di sini, lalu dagingnya kami bagikan ke santri dan wali santri serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Prosesi pemotongan hewan kurban dilakukan,” Ujar KH. Sholeh Sayuti Selaku Pimpinan Pondok Pesantren.

    Salah seorang yang berqurban, Bapak Edwin Heriyadi Bin H. Yuhani Tabalong, mengungkapkan bahwa beliau menitipkan hewan qurban ke ponpes Bustanul Ulum karena percaya bahwa ponpes ini amanah dan karena santrinya gratis, sehingga amat layak mendapatkan hewan Qurban.

    Sementara itu Rizki Kurniawati salah satu santri Asal Pontianak mengatakan dirinya amat senang mengaji di ponpes Bustanul Ulum karena proses belajarnya dibimbing oleh para Asatidz yg baik dan perhatian sehingga kami merasa nyaman, Kak Iki sapaan Akrab Rizki Kurniawati juga mengucapkan terima kepada para donatur yang berqurban di ponpes Bustanul Ulum.

    “Semoga Allah menerima amal qurban para pengqurban di Ponpes Bustanul Ulum Jrangoan Sampang,”

    Pantauan Wartawan GerakJatim.com, Hisyam, puluhan petugas juga telah disiapkan ada sekitar 20 orang, dengan Memakai Protokol Kesehatan, Setiap satu ekor sapi di pegang oleh 5 petugas untuk menyembelih sapi dan kambing. Para petugas adalah Tetangga Ponpes dan santri dari Ponpes Bustanul Ulum itu sendiri.

    “Jadi kami tidak mengambil jagal dari luar dan para petugas tetap melaksanakan protokol kesehatan katena masih pendemi,” jelas Gus Wahid Sholeh, Ketua panitia Kurban di Ponpes Bustanul Ulum, saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu (01/08).

    Dijelaskan Gus Wahid Sholeh, pihaknya membagikan daging kurban, pertama di sekitaran kawasan pondok pesantren, yakni Masyarakat Desa Jrangoan. Dibagikan kemasan bungkusan daging kurban yang berisi 1 kilogram per bungkusnya.

    Selain di kawasan Pondok pesantren, lanjutnya, daging kurban juga dikirim ke beberapa desa binaan terdekat, Desa Kebun Sareh, Desa Junglorong Komis Kedungdung, Desa Jelgung Robatal, Desa Kedungdung, Desa Napo Daya, serta di berikan juga untuk jama’ah Pondok Pesantren Bustanul Ulum.

    “Daging akan dikirim oleh santri santri, ada yang door to door, karena masih Pandemi Covid 19, ada juga yang datang ke posko pesantren tempat pemotongan hewan kurban,” jelasnya.

    Pesan keikhlasan yang ditanamkan kepada anak anak, imbuh Gus Wahid Sholeh, agar terbentuk sebuah karakter.“Jadi keikhlasan itu memberikan yang terbaik yang dipunyai,” tuturnya.

    Tradisi kurban di Pondok Pesantren Bustanu Ulum, sudah dilakukan dari tahun ke tahun ini. Pesan keikhlasan dalam hari raya Idhul Adha, yang dikembangkan oleh Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Kh. Sholeh Sayuti, merujuk kepada keteladanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam, pungkasnya.

    Kegiatan Pemotongan dilakukan selama Dua Tahap Untuk Menjaga Kerumunan dan Masih menjaga Protokol Kesehatan Anjuran Pemerintah Untuk Pencegahan Penularan Covid 19, Hari Pertama Hari Jum’at (3 Sapi) Hari Kedua Pada Hari Sabtu ( 1 Sapi dan 1 Kambing ).(Hisyam/Red)