Syukuran Peresmian Legalitas KJJT Di the Square Hotel Surabaya

    0
    81

    Surabaya, ( Gerak Jatim.com ) – Ade bukan nama asli selaku ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) meresmikan jadinya KJJT di The Square Hotel dihadiri dari beberapa pimpinan media di Jawa Timur, Kamis, (24/9/2020)

    Tampak hadir dari beberapa tetua jurnalis dan beberapa pengusaha diantaranya, Cak Amu, Samsul, S.H., H. Saduan Sudarta, Bunda Jean, Yudi Irawan, bang Isma Maryati S.Pd dan rekan-rekan jurnalis dari beberapa daerah di Jawa Timur.

    Dengan rasa syukur beserta kebanggaan tersendiri Ade Maulana dibantu dengan rekan rekan jurnalis dan sejawat Cak Amu, Bang Noor Arif, Bang Isma juga teman-teman dari beberapa media.

    ” Saya sangat berterima kasih kepada teman teman yang hadir hari ini apalagi Cak Amu, Bang Arif, Bang Isma dan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu berkat dukungan beliau KJJT bisa terwujud.” Jelas Ade

    Masih kata Ade, Alhamdulillah biar masih baru jalan saya sangat berterima kasih paling tidak saya dan teman-teman berusaha mewujudkan cita-cita almarhum Zam Zami yang pernah berpesan kepada saya untuk mempersatukan teman-teman jurnalis lewat KJJT.

    “Saya ingin teman-teman wartawan layak untuk dihargai dari karya dan tulisannya sehingga teman-teman sejawat dan generasi penerus bisa menjadi seorang wartawan yang profesional maka dari itu mari kita belajar bareng, lewat KJJT kita semua bersatu dan membantu satu sama lain sesama wartawan atau jurnalis.” Pungkas Ade

    Senior wartawan panggilan akrab Cak Amu dalam sambutannya, menghimbau kepada teman-teman wartawan untuk menjadi wartawan yang berpedoman, dan mengikuti rambu-rambu yang sudah tertuang di Dewan Pers.

    ” Gak usah jadi wartawan kalau masih ngemel, jurnalis itu ada kode etik, ada pedomanya jurnalistik itu, gak sekedar jadi wartawan”

    Masih kata Cak Amu, dalam penjelasannya tentang aturan main dan profesi seorang wartawan atau jurnalis.

    “Cak meski tidak punya anggota PWI dan Terverifikasi Dewan Pers tetap anda profesinya wartawan, itu oleh Tuhan sesuai hati nuranimu, tapi karena ada KFV left.. ada rambu-rambu lalu lintas disitu ada pemerintah dan penguasa kalian harus memiliki aturan main. SIM.”jelas Cak Amu

    Cak Amu menambahkan, wartawan atau jurnalis itu harus bisa menulis agar rekan-rekan menjadi wartawan intelektual.

    “Nulis gorong pecus alias Sik pecototan wes Menteng kelek maka dari itu teman-teman ayolah kita kembali untuk belajar lewat KJJT ini dan dijalan tuhan kita semua menjadi wartawan atau jurnalis Intelektual.” Pungkas Cak Amu.

    Beda dengan bunda Jean saat sambutannya yang sangat diharapkan adalah. “Jangan jadi Wartawan suka Lapan Nam jadilah wartawan yang amanah dan dijalan Tuhan karena wartawan pekerjaan mulia dan harus jalan dijalan Tuhan.” Kata Bunda Jean .( Diyon/Red )