Gema Takbir Dan Shalawat Akhiri Aksi Ribuan Aliansi Pekerja Seni Surabaya Tuntut Cabut Perwali No 33

    0
    132

    Surabaya, (GerakJatim.com) – Ormas Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APPS) kembali menduduki balai kota Surabaya, Rabu (12/08/2020), Karena merasa tuntutan terkait perizinan hajatan dan hiburan, saat unjuk rasa dan demo secara besar besaran pada Rabu kemaren (5/8) belum di realisasikan oleh Pemkot Surabaya.

    Dalam unjuk rasa ini di hadiri dari semua kalangan pekerja seni mulai dari yang remaja hingga lanjut usia.

    “Ada ketidak seimbangan antara masyarakat dan pemerintah dimana kita ketahui banyak kegiatan pemerintah yang di perbolehkan, namun untuk masyarakat tak di perkenankan untuk mengadakan hajatan” kata pendemo.

    “Seruan para aksi para pendemo ini, hanya meminta dengan segala hormat kepada Walikota Pemerintah Kota Surabaya, untuk merealisasikan izin pelaksanaan hajatan dan hiburan di Kota Surabaya dengan menerbitkan surat edaran tentang izin hajatan dan hiburan baik indoor dan outdoor,”  dalam orasi pendemo.

    “Sedangkan kami para Aliansi Pekerja Seni sampai saat ini belum bisa mendapatkan izin hiburan dari Pemerintah Kota Surabaya, di era new normal, kami semua butuh makan, guna untuk menghidupi keluarga kecil dalam sehari harinya,” terangnya.

    Dari pantauan awak media dilapangan terlihat Wakil DPRD kota Surabaya Reni Astuti juga ikut gabung bersama APPS dan berorasi.

    Reni menyampaikan bahwa hasil pertemuannya dengan Kepala BPB dan Linmas kota Surabaya, Irvan Widiyanto bahwa tak ada pelarangan hajatan asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    Di hadapan massa pekerja seni Reni juga menegaskan bahwa pekerja seni yang hendak mengadakan hajatan ataupun manggung dengan elektone dipersilahkan asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    Usai mendengarkan Wakil DPRD Perempuan ini, para pekerja seni bertakbir dan bersholawat saat membubarkan diri.(Zi/Daniel)