Setelah Menjalani Masa Tahanan 7 Bulan, Mak Susi Pejuang Merah Putih Bebas

0
1328
Rutan Negara Perempuan Kelas II A Surabaya. Foto: Cak Nur Hadi

Sidoarjo,(GerakJatim.com) – Tri Susanti alias Mak Susi, terdakwa kasus ujaran rasisme di asrama mahasiswa Papua, menghirup udara bebas. Itu setelah Mak Susi menjalani masa hukuman selama 7 bulan penjara di Rutan Negara Perempuan Kelas II A Surabaya di Porong Sidoarjo.

Oleh hakim dari Pengadilan Negeri Surabaya, Mak Susi divonis bersalah pada Senin (3/2/2020) sesuai dengan perbuatannya melanggar pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Mak Susi masuk kel Rutan Negara Perempuan Kelas II A Surabaya di Porong Sidoarjo pada 9 September 2019. Karena Mak Susi berkelakuan baik di saat menjalani masa tahanan selama 7 bulan, maka hari ini dinyatakan bebas.

Sahabat Mak Susi Cak Nur Hadi. Foto: Cak Nur Hadi

Staf Registrasi Rutan Negara Perempuan Kelas II A Surabaya, Muhammad Yusuf, mengatakan masa tahanan Mak Susi pada hari ini Kamis (19/3/2020) telah berakhir dan Mak Susi dinyatakan bebas. Mak Susi sendiri masuk rutan pada 9 September 2019.

“Tri Susanti sekitar pukul 10.45 WIB telah bebas, yang bersangkutan di jemput oleh suami, kakaknya, serta dua anaknya, dan para sahabatnya,” kata Yusuf kepada detikcom di Rutan Negara Perempuan di Porong, Kamis (19/3/2020).

Yusuf menjelaskan di dalam masa tahanan, Mak Susi berkelakuan baik, tidak pernah ada cacatan administratif, dan tak ada substantif perilaku yang kurang baik. Dengan berahkirnya masa tahanan Mak Susi langsung dinyatakan bebas.(sis)