Tanda Tangani Pakta Integritas, Personel Polrestabes Surabaya Siap Dipecat

    0
    223

    Surabaya,(GerakJatim.com) – Instruksi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menjaga marwah organisasi Polri dari oknum anggota yang nakal, tampak serius.

    Deretan oknum polisi yang terlibat tindak pidana baik narkotika maupun tindak pidana umum lainnya, direkomendasikan agar diberi hukuman maksimal. Yaitu, mulai pencopotan jabatan hingga pemecatan.

    Menanggapi istruksi tersebut, Polrestabes Surabaya menggelar penandatanganan kesepakatan Pakta Integritas personel di semua satuan dan jajarannya.

    Mulai dari Satreskrim, Satresnarkoba, Sat Sabhara, Sat Binmas, Satlantas, Bagian Operasi, dari Pejabat utama hingga anggota dan polsek jajaran.

    Dalam pakta integritas itu, termaktub pernyataan personel yang ditandatangani oleh Kapolrestabes Surabaya dan anggotanya dengan menyatakan diri siap dipecat jika terbukti terlibat tindak pidana.

    Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, Kompol M Akhyar menyebutkan, penandatanganan pakta integritas itu merupakan upaya Polrestabes Surabaya untuk tetap menjaga standar pelayanan masyarakat tetap optimal.

    “Untuk mempertahankan predikat wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB, agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima. Agar bisa diwujudkan, tentu pimpinan ingin personel Polri yang berintegritas,” kata Akhyar, Rabu (17/3/2021).

    Dalam pakta integritas tersebut memiliki dua poin yang tertulis sebagai berikut:

    1. Saya Sanggup Diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan atau mengundurkan diri, apabila saya terbukti terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika dan atau positif menggunakan narkotika.

    2. Saya sanggup ditindak sesuai dengan hukum dan peraturan undang-undangan yang berlaku, apabila terbukti melakukan tindak pidana dan atau tindakan lain yang dapat menurunkan dan mencemarkan citra kehormatan Polri.

    Akhyar juga memastikan jika pakta integritas yang ditanda tangani sesuai dengan nama tiap personel Polrestabes Surabaya itu menjadi legal standing penindakan terhadap oknum polisi di bawah Polrestabes Surabaya yang nakal.

    “Selain itu, ini untuk menindak tegas oknum polisi yang merusak citra buruk kepolisian. Baik melakukan tindak pidana utamanya narkoba, baik sebagai pengedar, atau beking bandar,” tandasnya.

    Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra menyambut baik pakta integritas itu sebagai langkah modernisasi Polri dalam mengoptimalkan layanan kepada masyarakat.

    “Penjabaran program presisi dari bapak kapolri yaitu trasformasi polri diantaranya transformasi organisasi (SDM yang unggul ) dan transformasi pengawasan (pengawasan pimpinan terhadap kegiatan). Maka dibuatkan pakta integritas antara pimpinan dgn seluruh personel terkait kinerja dan kehormatan sebagai anggota polri,” singkatnya.