Tinggi Penyabaran Covid 19 Di Jatim, Mahasiswa UMM Bagikan Faceshield Hasil Karyanya

    0
    63

    Malang, (GerakJatim.com) – Penularan Covid-19 masih belum berhenti di Jawa Timur, jumlah Covid-19 telah lampaui DKI Jakarta, bukan prestasi yang perlu dibanggakan sebagai daerah yang memiliki jumlah positif Covid-19 tertinggi di Indonesia pada tanggal 26 juli.

    Wakil Ketua KKN Haitsam Nuril Brantas Anarki Minimnya menyampaikan, tingkat kesadaran di masyarakat sudah tidak berlaku, dan sekaligus PSBB juga menjadi penyebab utamanya. Kesadaran untuk menjaga kesehatan ditengah berhentinya PSBB perlu ditingkatkan.

    “Oleh sebab itu kami selaku mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri merasa perlu ditingkatkan kesadaran dalam pemberantasan penularanya ditengah masyarakat karena sudah tidak berlukunya PSBB di Malang Raya. Kami membuat faceshield sebagai langkah antisipasi penularan rantai Covid-19,” ujar Nuril.

    Faceshield yang kami buat menurut Nuril, ini secara mandiri dan digunakan untuk petugas penyaluran BPNT Desa Ngroto. BPNT adalah agenda bulanan yang sering dilakukan namun, kata Nuril dalam kondisi pandemi seperti ini perlu ada perbedaan dengan bulan-bulan sebelum Covid-19.

    “Dengan menjaga kebersihan dari cuci tangan, area wajib masker semua yang datang wajib menggunakan masker, tetap memiliki kesadaran untuk jaga jarak dan juga diadakan cek suhu tubuh,” papar mahasiswa muda karismatik ini.

    Masiswa Asli Pujon ini juga menjelaskam bahwa, melakukan banyak tatap muka dan interaksi dengan banyak masyarakat, ada sekitar 900 penerima bantuan pangan tersebut datang ke Balai Desa.

    “Balai Desa menjadi tempat bertemuanya masyarakat desa perlu adanya antisipasi untuk terus memakai masker dan ditambah dengan faceshield agar tidak ada penularan yang terjadi virus Covid-19 masuk melewati wajah,”jelasnya

    Kenapa penggunaan faceshield kami pilih Kata Nuril, selain bahan yang mudah didapat juga melihat belum ada petugas yang memakai biasanya hanya menggunakan masker, masker yang digunakan adalah masker kain banyak penjelasan kalau masker kain efektif sekitar 70%.

    “Dan ini perlu adanya peningkatan perlindungan melihat kondisi Jawa Timur yang memiliki jumlah positif covid-19 tertinggi, kami melihat tenaga medis dalam pemberantasan penularan Covid-19 selain menggunkan masker menggunkan faceshield hal tersebut bisa kita contoh agar tidak terjadi penularan Covid-19,” tuturnya

    Peningkatan kesadaran perlu ditingkatkan selain melihat kondisi kita yang tidak bisa lagi hanya di rumah saja, banyak hal perlu diperbaiki dalam masalah tersebut. Fokus yang kami pilih adalah peningkatan kesadaran masyarakat sendiri dengan membagikan faceshield.

    “Kami memantau penggunaan masker di Kecamatan Pujon terutama ditempat umum sudah terjadi penurunan, contoh di Pasar Baru Pujon semua yang datang diwajibkan memakai masker namun mulai banyak yang tidak memakai masker atau memakai masker belum sesuai seperti memakai masker tidak menutupi hidung. Persebaran ini akan terus berlanjut di banyak tempat umum yang sudah mulai ramai dari wisata, tempat makan, pasar, sampai sudah melakukan ibadah bersama di tempat ibadah. Karena sudah dianggap new normal maka sudah bisa melakukan aktifitas ditempat umum dan mengabaikan protokol kesehatan.

    “Kondisi kurva Indonesia belum menurun maka masih perlu adanya pembatasan diri untuk jaga jarak ketika terpaksa tidak bisa maka kita harus melindingi diri kita mualai dari wajah dengan masker atau facshilield dan selalu cuci tangan,” pungkas Nuril.

    Secara terpisah Moh. Jufri selaku dosen pembimbing Lapangan selalu sangat mengapresiasi dan memberikan motivasi agar mahasiswa PMM bimbingannya selalu berenovasi untuk membantu penyadaran pada masyarakat.

    “Pasalnya pentingnya pemakaian masker dan pelindung wajah serta mematuhi protokol covid-19 terutama pada petugas BPNT yang selalu berinteraksi dengan masyarakat,”singkat Lutfi.(Red)