7 Tahun Tak Punya Anak, Pasutri Asal Pasuruan Culik Anak Majikannya

0
266
Pasutri yang menculik anak majikan di Malaysia/Foto: Amir Baihaqi

Surabaya,(GerakJatim.com) – Pasutri asal Pasuruan berinisial AB dan S diamankan polisi. Mereka dilaporkan menculik putri majikannya di Malaysia yang masih berusia 3 tahun.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, kasus penculikan anak itu terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polis Di Raja Malaysia (PDRM) sejak Desember 2019. Dari situ, PDRM kemudian berkoordinasi dengan KBRI Indonesia dan ditemukan di Pasuruan.

“Warga Negara Malaysia ini mengadu ke PDRM dan diteruskan ke KBRI. Dan KBRI kemudian Hub Inter dan berkirim surat bahwa anaknya dibawa oleh WNI yang mana ada di Pasuruan,” kata Luki kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

“Akhirnya Tim Krimum dan Polresta Pasuruan melacak, akhirnya didapat dan betul ada anak inisial NW, umur 3 tahun yang dibawa,” tambahnya.

Setelah ditemukan, kedua tersangka serta anak yang diculiknya diamankan oleh Polresta Pasuruan. Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan perwakilan di Malaysia.

Sedangkan anak yang diculik kedua tersangka saat ini dititipkan ke Balai Perlindungan Anak sementara. Hal itu dilakukan sambil menunggu pihak dari Malaysia dan orang tuanya datang menjemput.

“Kami sudah koordinasi dengan perwakilan yang ada di Malaysia dan pihak sana akan datang ke sini. Kami akan tindak lanjuti dan untuk proses kelanjutannya nanti di kita. Dan anak ini akan kami titipkan sementara ke Balai Perlindungan Anak,” tutur Luki.

Luki juga menjelaskan motif kedua tersangka dalam kasus penculikan itu. Mereka menculik anak majikan dan dibawa ke Pasuruan karena ingin punya buah hati.

“Motifnya karena mereka belum punya anak. Padahal sudah menikah 7 tahun,” lanjut Luki.

Menurut Luki, kedua tersangka mengaku hanya ingin meminjam putri majikannya sebagai pancingan agar segera dikaruniai anak. “Katanya dipinjam supaya mancing terus dapat anak. Itu alasan sementara,” terang Luki.

Kapolresta Pasuruan Dony Alexander mengatakan, saat kedua tersangka membawa anak majikannya, mereka masih berkomunikasi dengan keluarga korban. Namun setelah itu, mereka memutus komunikasi dengan orang tua korban yang ada di Selangor, Malaysia.

“Sempat komunikasi dan orang tua korban keberatan awalnya. Namun karena posisi pasutri ini sangat dikenal dengan keluarga korban, Akhirnya bilang ‘ya sudah tolong dipulangkan’,” terang Dony.

“Memang pasangan suami istri tersebut sangat sayang terhadap anak ini, dan merasa bahwa anak ini dia asuh. Sehingga anak tersebut dibawa tanpa sepengetahuan orang tua kandung dan dibawa ke Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Dony, kedua tersangka merupakan TKI yang sudah bekerja dengan keluarga korban di Malaysia hampir 3 tahun. Hubungan antara mereka sangat erat dan sudah dianggap keluarga sendiri.

“Suami istri ini adalah TKI, kurang lebih 2 tahun sampai dengan 3 tahun sudah bekerja di Malaysia. Sehingga hubungan komunikasi antara tersangka pasangan suami istri dengan orang tua korban memang sangat erat,” pungkas Dony.(sun/bdh)

 

 

 

 

 

 

Sumber: news.detik.com/jawatimur