Bongkar Pelaku Peredaran Sabu, Ditresnarkoba Polda Jatim Sita 6 Kilo Sabu

0
30

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Dit Resnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda Jatim bongkar pelaku peredaran Narkoba sejenis sabu-sabu di Kota Surabaya dan berhasil menangkap dua orang tersangka serta menyita barang bukti Sabu-sabu seberat 5.998,81 gram.

Dari identitas kedua orang tersangka tersebut yang masing-masing berinisial IS alias J (35) warga Kupang Gunung Jaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan ES (27) warga Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Kedua tersangka tertangkap didua lokasi yang berbeda pada hari yang sama yaitu hari Selasa (16/02/2021). Pelaku IS ditangkap di Kupang Gunung Timur, sekira pukul 16.00 Wib, dan pelaku ES tertangkap di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, hasil dari pengembangan tersangka IS.

Didampingi Wadirresnarkoba AKBP Aris Supriono dengan Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Manduri. Kabid Humas Polda Jatim merilis hasil ungkap peredaran Narkoba jenis sabu di Surabaya dan Sidoarjo ini berkat kerjasama Ditresnarkoba Polda Jatim bersama dengan Polres Mojokerto Kabupaten.

Awal mula pengungkapan kasus ini, Dit Resnarkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur mendapati informasi dari masyarakat, bahwa di sekitaran wilayah Putat Jaya, sering digunakan untuk transaksi narkoba.

“Berdasarkan informasi tersebut, Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku IS serta mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 22,81 gram. Setelah diinterogasi secara langsung tersangka IS mengaku bahwa barang haram tersebut didapat dari tersangka ES yang ada di Porong Sidoarjo,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (18/2/2021) siang.

Tak lama berselang Polisi berhasil menangkap tersangka ES dan menemukan 5 (lima) bungkus sabu yang dibungkus dengan teh cina dengan berat 5,521 gram serta 7 (tujuh) bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 455 gram.

“Menurut pengakuan tersangka ES saat diinterogasi bahwa sabu-sabu yang dikemas dalam bungkusan plastik teh Cina itu didapat dari seseorang berinisial HRS yang saat ini menjadi DPO Polisi. ES sendiri merupakan anak buah dari HRS,” beber Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Selain itu, kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menurut pengakuan tersangka ES, bahwa sabu-sabu yang yang di kemas dalam Bulusan teh Cina itu, didapat dari seseorang berinisial HRS yang saat ini menjadi DPO Polisi. ES sendiri merupakan anak buah dari HRS.

“Tersangka ES mengakui sabu-sabu yang dia kuasai milik RMB yang kini menjadi DPO, selain RMB, satu orang lain yang juga menjadi DPO yakni SNY,” sebutnya.

Dalam pengakuannya juga, tersangka ES sendiri sudah dua kali menerima sabu dari RMB untuk diedarkan. Jika berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 juta.

“Kini anggota juga masih memburu dua tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu,” pungkasnya.

Dari perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. (Rena)