Hisab Sabu, Dua Warga Tambak Asri Diringkus Polisi Pabean Cantikan

0
1186

Surabaya,(GerakJatim.com) РMunasrip bin Solika pria paruh baya berumur (57) tahun, asal Tambak asri tol gang lebar Masjid Surabaya dan Lambang Praseto Bin Diman (37) tahun Warga Tambak asri gang 29 no 69  Surabaya, tak berkutik ketika di sergap Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan Surabaya di Rumah masing masing , (16/03/2020).

Saat awak media mewawancarai Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Mellysa Amalia, SH, S.I.K,  melalui
Kanit Reskrim Polsek pabean cantikan AKP Endri Subandrio S.H membenarkan penangkapan kedua tersangka tersebut, bahkan sudah mengamankan barang bukti beserta tersangka ke mapolsek Pabean Cantikan Surabaya.

Berdasarkan informasi masyarakat yang resah akan maraknya peredaran narkoba di wilayah tambak asri , maka tim Reskrim Polsek Pabean Cantikan segera ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pengintaian guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

“60 menit melakukan pengintaian dan memastikan bahwa tersangka di dalam rumah, tim Reskrim pun segera menggerebek rumah tersebut dan mendapatkan Munasrip yang sedang menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu,” Ujar Endri.

Menurut pengakuan tersangka barang haram tersebut di dapat dari Lambang Praseto tak jauh dari TKP penangkapan, maka tim Reskrim segera ke rumah Lambang.

“Lambang Praseto berhasil di ringkus tim Reskrim Polsek Pabean Cantikan di rumahnya, jalan Tambak Asri gang 29 no 69 Surabaya,” tambah perwira berpangkat balok tiga tersebut.

Kedua tersangka di bawa ke RS Rajawali Surabaya guna melakukan tes urin, alhasil kedua tersangka positif mengkonsumsi narkoba.

Adapun barang bukti yang di amankan (1) buah pipet kaca terdapat sisa sabu berat seluruhnya 3,09 gram,(1) buah botol alat hisap sabu.(1) buah korek api gas,(1) buah hand phone merk sony, atas perbuatannya kedua tersangka di jerat dengan pasal 114(1) dan 112(1) dan 132 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika  dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).(Zi/Red)