Gerebek Penadah Curanmor asal Pasrepan, Petugas Dilempari Bondet

0
418
Tersangka saat di gelandang Ke Mapolres pasuruan.(Foto: Istimewa)

Pasuruan,(GerakJatim.com) – Gara-gara membeli sebuah motor, Muh. Malik (36) warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan. Kini harus melewati hari-harinya di tahanan. Pasalnya, motor yang dibelinya adalah motor hasil curian.

Malik ditangkap anggota Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Pasrepan, Rabu (4/3) dini hari. Ia ditangkap di rumahnya saat tengah istirahat.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan petugas. Awalnya, polisi mendapatkan informasi kalau tersangka menyimpan banyak unit kendaraan bermotor.

Salah satunya, motor jenis Yamaha Vega, milik Irwan (29) warga Jimbaran, Kecamatan Puspo. Motor tersebut hilang dicuri pada 29 Januari 2020.

“Saat itu korban menaruh motornya di depan rumah. Ternyata, motor tersebut hilang,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana.

Motor tersebut rupanya berpindah tangan ke Malik. Setelah seseorang berinisial R menjual motor itu seharga Rp 1,5 juta ke Malik.

“Kami kemudian melakukan pengembangan, setelah mendapat informasi kalau tersangka M (Malik, Red) disebut-sebut menyimpan banyak motor. Termasuk motor milik korban IR (Irwan, Red),” jelas Maryana.

Petugas lantas melakukan pengembangan dengan menggerebek rumah tersangka. Penggrebekan itu, ternyata tak mudah. Meski tersangka tengah istirahat, ternyata ada orang lain yang tidak menerima penggerebekan itu.

Bahkan, pelaku yang masih buron tersebut sempat melempar bondet ke petugas. Hingga petugas kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan. “Saat penggerebekan, ada bondet yang dilempar. Kami sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Pelaku kemudian kabur,” bebernya.

Dalam penggerebekan itu pula, petugas mendapati sejumlah motor. Ada enam unit motor yang diduga hasil kejahatan. Selain itu, petugas juga mengamankan tiga bilah senjata tajam berupa pedang, celurit, dan sangkur. Serta empat buah bondet siap ledak.

Atas temuan itulah, tersangka kemudian digiring ke Mapolres Pasuruan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Karena ulahnya itu, ia dijerat pasal 480 KUHP jo pasal 1 jo pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya bisa 5 tahun penjara.(Bajang)