Jalin Siraturahmi, Kapolsek Tulangan Yang Baru Temui Warga

0
258

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Kapolsek Tulangan AKP Anak Agung Gede Putra  Wisnawa, S.H., jalin silaturahmi salahsatunya adalah melakukan Siraturahmi kepada warga Perumahan Taman Anggun Sejahtera (Perumtas III) Desa Grabagan, Kec. Tulangan, Kab. Sidoarjo, dan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), pada Selasa Malam, (13/10/2020).

Kedatangan Kapolsek disambut hangat oleh warga setempat dan tokoh masyarakat yaitu H Yudi Irawan, yang menginisiasi forum tersebut hingga terlaksana.

Ditengah-tengah kehadirannya itu, Kapolsek Tulangan AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa, SH, selaku Kapolsek baru, memperkenalkan diri kepada masyarakat setempat.

Setelah resmi dimutasi pada 19 September 2020, namun sertijab baru dilaksanakan pada 6 Oktober 2020 kemarin. AKP Agung bersama petinggi Polsek lengkap mengaku bahwa Sidoarjo sudah tak asing baginya meski dia asli Gianyar, Bali.

“Saya sudah 26 tahun di Sidoarjo. Saya juga pernah menjabat Kapolsek Wonoayu, dan Kapolsek Sedati, serta Kapolsek Tulangan ini,” ucap AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa, S.H.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Pak H Yudi Irawan yang mengundangnya, dan bertemu dengan Paguyuban RW dan RT di Perumtas III ini, untuk silaturahmi dan sinergi.

“Saya mungkin sering ke sini. Kami siap sinergi dengan masyarakat. Kami siap kapan saja asal tidak saat rapat. Kita akan bantu masyarakat menyelesaikan masalah sosial,” ujarnya.

Tentu saja sinergi itu terkait penyelesaian masalah kasus delik. Baik KDRT, pencemaran, perbuatan tak menyenangkan dan kasus ringan lain dengan memakai tiga pilar.

“Untuk kasus-kasus delik. Tolong digetok tularkan bahwa kita ingin masalah seperti itu selesai di masyarakat,” ujarnya.

Menjelang Pilkada serentak di Kab. Sidoarjo, Kapolsek Agung berharap semua menjaga kondusivitas.

“Jangan sampai ada hiburan elekton dan orkes. Masih ada bahaya Covid-19, dan vaksin belum ditemukan. Untuk itu Desa harus dijaga,” ujarnya lagi.

Karena kalau tidak, maka semisal di Desa Tulangan ada 30 kasus positif, jika perlu menurun.

Jangan sampai seperti di Sedati ada 328 positif Covid, saat ditangani turun hanya tinggal empat. Tapi sekarang setelah ditinggal naik lagi karena keluar masuk masyarakat tak terkontrol.

“Dengan upaya kita menyiapkan masker dan, hand sanitizer. Saya katakan Covid memang ada. Bukan hoax. Tidak usah ditakuti. Tapi cukup
jalankan pola hidup sehat, cuci tangan dan berjemur,” tegasnya.

Ditempat yang sama Abdul Muiz, pendiri KJJT yang juga anggota PWI Jatim ini mengatakan, senang bisa bersilaturahim dengan masyarakat Perumtas III dan Kapolsek Tulangan atas inisiasi Dewan Penasehat KJJT H Yudi Irawan.

Kata dia, KJJT adalah organisasi perkumpulan wartawan yang ingin fokus kepada kepentingan meningkatkan kapasitas diri, integritas diri, dan kekuatan diri melalui tulisan.

“Kami cukup mengenalkan bahwa KJJT mengambil ruang kosong yang belum terpikirkan organisasi lain yakni mendidik wartawan meningkatkan kapasitas diri , keilmuan dan integritas diri sebagai jurnalis. Mengembalikan maruah jurnalis,” ujarnya.

KJJT telah diakui negara. Dan secara sah terbit SK Menkumham RI, tanggal 16 September 2020.

“Dan misi KJJT adalah melatih dan mendidik, wartawan di mana pun sampai kapan pun. Dan ternyata Sidoarjo, paling getol sehingga segera disiapkan perwakilan nantinya,” ujar Muiz.

Di sisi lain, H Yudi Irawan dan Paguyuban RT RW Perumtas III Tulangan Sidoarjo ini mengatakan bahwa forum ini tak lain untuk menjalin silaturahmi.

“Dengan silaturahim dan kepedulian akan terjalin kekuatan di masyarakat. Sehingga apapun persoalan di masyarakat akan bisa diselesaikan jika masyarakat peduli, guyub dan rukun,” tegasnya. (Diyon)