Kasus Pencurian Dana Rakyat Terus Bergulir Di Unit Tipikor Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

0
315

Surabaya, (GerakJatim.com) – Lanjutan Kasus dugaan korupsi dana bansos di kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran Surabaya hingga saat ini masih dalam proses lidik.

Adapun Penyidik Iptu Sujono yang menangani kasus ini sudah mengantongi 23 kesaksian dari 12 RW dan 11 saksi Penerima bantuan tersebut.

Indah selaku pelapor kasus tersebut mengatakan bahwa memang benar sudah ada pemanggilan 12 RW dan 11 orang saksi Penerima bantuan dan mereka sudah datang ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan memberikan kesaksian sejujurnya sesuai apa yang terjadi.

“Kita lihat proses hukum ini karna Minggu ini masih proses pemanggilan terhadap terlapor yakni 3 orang pendamping PKH dan 10 orang pegawai e Warung, kata pak Sujono kemarin kesaya” kata indah saat di temui di balai RW 10, Kamis (03/08/2020).

Suparno Ketua RW 10 juga membenarkan adanya pemanggilan sebagai saksi Senin lalu dan ada 4-5 pertanyaan yang di lontarkan oleh penyidik saat di ruang Tipikor.

“Saat di tanya tentang dugaan korupsi oleh oknum pendamping PKH dan pegawai e warung, saya menjelaskan bahwa ada margin sekitar 23000 per orang berdasarkan harga pasar beras dan telur yang di jual perbiji bukannya per Kg,” jelas Suparno.

Saipul Huda ketua RW 13 senada akan pemanggilan sebagai saksi dan menyatakan bahwa sebelum kasus ini bergulir pihak pendamping tidak pernah kordinasi dengan RW sehingga perangkat RW dan RT tidak mengetahui siapa saja warga yang mendapatkan bantuan.

AZ salah satu warga berharap semoga proses hukum ini bisa tranparan dan para pencuri uang rakyat miskin bisa di hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku agar memberikan efek jera.(Zi)