Komplotan Maling di Mojokerto Curi 720 Liter Solar dari Ekskavator Tambang

0
16
Pelaku pencurian di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Mojokerto,(GerakJatim.com)¬†–¬†Komplotan maling berhasil mencuri 720 liter solar dari ekskavator di tambang galian C Mojokerto. Untuk mendapatkan solar sebanyak itu, mereka harus mencuri 15 kali dari lokasi yang sama.

Komplotan maling ini beranggotakan 4 orang. Yaitu Rudi (34) dan Sihu (45) warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Basori (31) warga Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Pasuruan, serta Rejo (45) warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby Dapot Parlindungan mengatakan, komplotan ini mencuri solar hingga 15 kali dari ekskavator milik CV Barokah, perusahaan tambang galian C di Desa Manduro Manggung Gajah selama Februari. Tersangka Rudi, Sihu dan Basori berperan sebagai eksekutor.

Menurut Feby, ketiga tersangka beraksi di atas pukul 21.00 WIB saat area tambang sedang sepi. Untuk mengeluarkan solar dari alat berat, ketiganya lebih dulu merusak kunci ganda dan tutup tangki solar.

“Kemudian mereka menyedot solar menggunakan mulut dan selang. Solar kemudian dimasukkan ke jerigen,” kata Feby kepada wartawan, Sabtu (7/3/2020).

Setelah 15 kali mencuri dari tempat yang sama, lanjut Feby, ketiga tersangka berhasil mengumpulkan 24 jerigen solar. Setiap jerigen berisi 30 liter solar.

“Total 720 liter solar yang mereka curi,” terangnya.

Ratusan liter solar itu lantas mereka jual ke tersangka Rejo selaku penadah barang curian. Harga jual solar curian itu jauh di bawah pasaran, yakni hanya Rp 4.000/liter. Sedangkan harga solar di SPBU saat ini Rp 9.300/liter.

“Oleh tersangka Rejo, solar curian dijual ke masyarakat seharga Rp 6.200/liter. Rejo mendapatkan keuntungan Rp 2.200/liter,” ungkap Feby.

Komplotan maling solar ini diringkus saat menjalankan aksinya yang terakhir, Senin (24/2). Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti mobil pikap untuk mengangkut solar, 24 jerigen berisi 720 liter solar curian, uang tunai Rp 1,2 juta, serta 2 ponsel.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun,” tandas Feby.(fat/fat)

 

 

 

 

Sumber: news.detik.com/jawatimur