Oknum Pencuri Hak Rakyat Miskin (Bansos) Dilaporkan Kepihak Berwajib

0
425

Surabaya, (GerkaJatim.com) – Pemberitaan Kasus dugaan korupsi dana Bansos oleh oknum pendamping PKH dan e waroeng kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran Surabaya kini memasuki ranah pelaporan Kepolisian, inspektorat Pemkot dan KPK Jawa Timur.

Meski sempat kesulitan untuk melaporkan hal ini, LPMK Sidotopo Wetan terus berusaha agar wilayah kelurahan Sidotopo Wetan bersih dari oknum-oknum pemakan hak rakyat kecil.

Indah Mengatakan kepada awak media,”saat kami bersama awak media hendak menemui Kadinsos di kantornya, namun kami tak di temui hanya staff nya yang menemui, setelah itu kami di suruh kembali karna dirasa surat laporan kami belum memenuhi standar, keesokan harinya saya sendiri ke Dinsos untuk serahkan surat laporan sesuai permintaan staff Dinsos kemarin, namun sangat di sayangkan saya harus pulang dengan kecewa dan harus lapor dulu ke inspektorat Pemkot baru ke Dinsos” kata Indah, Selasa (04/08/2020) saat ditemui di kediamannya.

Jika memang harus ke inspektorat dulu kenapa tidak di informasikan saat pertemuan pertama, Indah ketua LPMK segera ke Pemkot dan serahkan laporan dugaan korupsi tersebut ke ruangan inspektorat Pemkot dan di terima, Kamis (23/07/2020).

Sambil menunggu proses dari Inspektorat Pemkot Indah juga melaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke bagian Tipikor (25/07/2020).

Perlu di ketahui ada 30 lembar bukti pendukung yang di lampirkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan masih ada video dan rekaman suara.

Harapan BA salah satu warga,”Semoga pihak kepolisian bisa usut tuntas agar kami warga Surabaya yang miskin ini merasa lega, dan Semoga keadilan bisa di tunjukkan dengan perbuatan dan tak hanya jadi slogan aja” katanya.

Indah ketua LPMK Siwet sudah di mintai keterangan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (03/08/2020).

“Kita lihat apa langkah dari inspektorat dan Kepolisian, kita serahkan semua pada mereka yang berwenang, bahkan kami siap demo agar para oknum tersebut bisa di adili seadil-adilnya” imbuh Indah.

“Kami juga sudah adukan hal ini ke KPK pusat dan Jawa Timur, semua bukti sudah kita lampirkan dan semoga segera ada audit dan tindakan kelapangan oleh tim KPK” pungkas Indah.(Ibed/Red)