Pembunuhan di Jl. Tenggumung, Didasari Hubungan Tersembunyi Melalui “Medsos”

0
158

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Terkait pembacokan di Jl. Tenggumung Gg. Mangga Surabaya yang menimpa korban Syaifuddin Sahab (23), hingga mengakibatkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju kerumah sakit, terungkap sudah.

Dengan mengamankan seorang tersangka berinisial HSN (36), warga Sawahpulo Surabaya dan barang buktinya berupa 1 (satu) buah pisau dengan panjang ± 34 Cm berserta sarung pembungkusnya.

Hal itu dibenarkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., didampingi Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu M. Gananta, S.I.K., saat gelar Press Release pada Kamis Siang (04/03/2021).

Bahwa kejadian itu didasari sebuah hubungan tersebunyi antara istri tersangka dan korban melalui Media Sosial (Medsos) sejenis Facebook.

“Hal ini terungkap setelah istri tersangka mengakui semuanya seusai tersangka melakukan pembacokan itu,” ungkap Kapolres.

Dari keterangan tersangka, bermula dirinya timbul perasaan curiga terhadap istrinya, sehingga pada saat sepulang bekerja melewati Jl. Tenggumung Gg. Mangga dikejutkan dengan adanya motor milik istri tersangka parkir didalam rumah korban.

“Ketika dilakukan mantauan ± 5 menit oleh tersangka untuk memastikan keberadaan istrinya, kemudian tersangka langsung masuk ke rumah korban dan disana tidak ada keberadaan istrinya, ketika menuju ke ruangan dapur tersangka mendengar suara keributan di samping kamar sebelah selanjutnya tersangka langsung menuju kamar tersebut,” kata Kapolres.

Setelah menuju ke kamar tersebut, tersangka melihat korban sedang menarik-narik tangan istrinya, sehingga tersangka langsung memukul korban di bagian bahu sebelah kirinya. Namun, pukulan tersangka di balas oleh korban.

“Secara spontan tersangka langsung mengambil sebilah piasu yang sebelumnya diselipkan dicelana pinggangnya lalu menusukkan ke bagian perut korban dan menyebetkan pada tangan korban,” tandasnya.

“Saat korban tersungkur dengan sejumlah luka, kemudian tersangka kabur meninggalkan korban,” tambah AKBP Ganis.

Penangkapan tersangka di pulau Madura tepatnya di Desa Polai, Kab. Sampang oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan tidak sampai memakan waktu dua puluh empat jam.

“Untuk pasal yang kami sangkakan kepada tersangka yaitu pasal 351 ayat 3 dan atau pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” tukasnya. (Rena)