Pemuda Bulak Banteng Otaki Komplotan Curanmor, Ditangkap Saat Kumpul Bareng Komplotannya

0
928
Para pelaku curanmor yang diringkus polisi di Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo

Surabaya,(GerakJatim.com) – Polisi menangkap komplotan curanmor di Surabaya. Dari enam tersangka yang diamankan, satu di antaranya masih di bawah umur.

Mereka diringkus Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Mereka yakni Mochamad Yazir (25) warga Jalan Bulak Banteng Baru, Ahmad Fuad (27) warga Jalan Bulak Banteng, Heri Wahyudi (19) warga Jalan Tambaksari, MR (16) warga Jalan Tambak Mayor, Fahtur Rosi (22) warga Jalan Bulak Banteng dan Muhammad Gofi (22) warga Jalan Bulak Jaya.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono mengatakan, enam pelaku memiliki peran yang berbeda-beda dalam melancarkan curanmor. Tiga sebagai eksekutor dan tiga lainnya berjaga di sekitar lokasi.

“Enam tersangka kami amankan saat berkumpul di kawasan Bulak Banteng pada Februari lalu,” kata Iptu Arief kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Arief menjelaskan, modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara melakukan pemantauan lebih dulu. Selanjutnya mengeksekusi motor incarannya dengan menggunakan kunci T yang mereka buat sendiri.

“Modusnya ada yang berpura-pura sebagai penjaga dan sebagai eksekutor. Hingga saat ini sudah ada tujuh TKP,” ungkap Arief.

Setelah berhasil mencuri motor, komplotan ini tidak langsung menjual motornya. Namun menunggu permintaan dari penadah yang membutuhkan motor tersebut.

“Motor ini ditimbun di salah satu rumah. Setelah mendapatkan permintaan, oleh mereka diantar. Saat ini yang terdeteksi dikirim ke Madura,” tambah Arief.

Sementara Yazir, otak dari komplotan ini mengakui bahwa kunci T yang digunakan untuk membobol motor, dibuat sendiri olehnya. Sedangkan cara untuk membobol, ia belajar dari YouTube

“Kuncinya membuat sendiri. Kalau caranya belajar dari YouTube,” kata Yazir.

Ia juga mengakui bahwa satu motor hasil curian dijual ke penadah seharga Rp 3 juta. Sedangkan uang hasil curian dipakai berfoya-foya bersama.

“Uangnya buat foya-foya. Buat karaoke,” pungkas Yazir.(sun/bdh)