Pengedar Sabu-sabu Asal Jojoran Di Bekuk Polsek Pabean Cantikan Surabaya

0
143

Surabaya, (GerakJatim.com) РBasuki Widodo  bin Misran pria paruh baya berumur (47) tahun, asal Jojoran 3D Surabaya di amankan Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan Surabaya di Depan Gapura Kalidami gang I Surabaya atas kasus penjualan barang haram sabu sabu ,(16/04/2020).

Saat awak media mewawancarai Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Mellysa Amalia, SH, S.I.K,  melalui
Kanit Reskrim Polsek pabean cantikan AKP Endri Subandrio S.H membenarkan penangkapan tersangka yang di duga sebagai pengedar barang haram tersebut, bahkan sudah mengamankan barang bukti beserta tersangka di mapolsek Pabean Cantikan Surabaya.

Barang bukti sabu-sabu siap edar Foto Fauzi Redpel Gerak Jatim.com

” Berdasarkan informasi masyarakat yang resah akan maraknya peredaran narkoba di wilayah Jojoran dan sekitarnya , maka tim Reskrim Polsek Pabean Cantikan segera ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pengintaian guna memastikan kebenaran informasi tersebut” lanjut Endri

“Saat pengintaian ada seorang pria yang gerak geriknya mencurigakan , tim Reskrim pun segera mengamankan dan menggeledah tersangka, di rasa masih ada barang haram yang di sembunyikan tersangka, tim reskrim mengkeler tersangka kerumahnya guna mencari barang bukti.” Masih Endri

Hasil timbangan barang bukti

” Alhasil di temukan 7 pocket sabu sabu dengan klip plastik kecil di bawah tempat tidur, tersangka tak berkutik dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan di jebloskan ke prodeo mapolsek Pabean Cantikan guna penyelidikan lebih lanjut” tutup perwira pertama tingkat tiga dengan tiga balok emas di pundaknya

Adapun barang bukti yang di amankan (7) pocket sabu sabu dengan berat total 6.09 gram beserta sepeda motor Honda Beat L 5503 BU, atas perbuatannya tersangka di jerat dengan pasal 114(1) dan 112(1) dan 132 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika  dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).(Zi/Red).