Polda Jatim Berhasil Amankan 6 Kg Narkoba Asal Malaysia

0
67

Surabaya, (GerakJatim.com) –  Kolaborasi Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Bea Cukai Tanjung Perak gagalkan penyeludupan peredaran 6,548 kilogram narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional.

Hasil dari pengungkapan kasus itu di dapati dua orang pelaku sesuai alamat pengiriman yakni bernama Lutfi (19), dan Hobib (21), keduanya merupakan warga Desa Mandeman Loak, Kecamatan Banyuwates, Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes. Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum bersama Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP. M. Yasin, mengatakan, sabu tersebut dikirim dari Malaysia ke Indonesia melalui Ekspedisi PT. Prima Mas Segara Unggul yang ada di Jl. Kalianak, Surabaya

“Adapun cara pelaku untuk mengelabuhi petugas, yaitu dengan cara membungkus sabu secara rapi dalam kardus Milo. Namun, upaya penyelundupan itu tetap dicurigai oleh pihak Bea Cukai Tanjung Perak dan kemudian bekoordinasi dengan Satreskoba Polres Tanjung Perak untuk menindaklanjuti,” Ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko

Tindaklanjutan, informasi dari Bea Cukai Tanjung Perak, 6,548 Kilogram itu berhasil digagalkan dan diamankan Anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dari Ekspedisi tersebut.

“Tak lama berselang, dua orang datang untuk mengambil barang haram tersebut dan berhasil juga diamankan oleh anggota Satreskoba Polres Tanjung Perak,” terangnya.

Saat dilakukan interogasi oleh petugas, kedua tersangka mengaku, bahwa 6.548 kilogram narkotika jenis sabu-sabu milik H. Subeh yang di kirim dari Malaysia.

“Kemudian Anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung datang kerumah H. Subeh yang ada di Madura Sampang. Ternyata terduga sudah tidak ada dirumahnya, sehingga terduga H.Subeh ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelas Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Atas pengungkapan kasus ini, kedua tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) subsider 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan diancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.(Zi/Ros)