Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Pamerkan 72 Tersangka Hasil Tangkapannya dan Musnahkan 30 Kg Sabu

0
337
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memamerkan 72 tersangka kejahatan jalanan dan memusnahkan puluhan kilogram sabu serta ribuan butir pil koplo dan ekstasi, Kamis (19/3/2020). Foto: Mudesser/GerakJatim

Surabaya,(GerakJatim.com) – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali mengungkap peredaran narkotika di Kota Surabaya, serta kerawanan kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Barang bukti sebanyak 30 kilogram sabu dan ribuan butir pil koplo serta ekstasi dimusnahkan menggunakan alat incenerator yang telah disiapkan, Kamis (19/3/2020).

Barang bukti sabu itu dibongkar Satgas Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak pimpinan AKP M Yasin.

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat turut serta membasmikan BB Narkotika. Foto: Mudasser/GerakJatim

Barang haram itu didapat dari jaringan Malaysia-Sokobanah melalui dua rute pengiriman.

“Jaringan pertama kami ungkap rute Malaysia- Kediri-Jember-Sampang-di Sokobanah. Lalu kami kembangkan kedua masuk dari Malaysia-Surabaya-Bangkalan lalu ke Sokobanah, Sampang,” kata Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono.

Awi mengapresiasi kinerja Satresnarkoba Polres Pelabuhan Perak yang berhasil mengungkap pengiriman 30 kilogram sabu itu.

“Kalau 1 gramnya saja bisa dikonsumsi 15 orang, polisi sudah menyelamatkan sekitar 450 ribu orang agar tidak mengkonsumsi barang haram ini,” tambah Awi.

Tak hanya narkoba, kejahatan jalanan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga turut menjadi atensi.

Mesin incenerator pembasmi BB Natkotika.Foto: Mudessir/GerakJatim

Setidaknya, 72 tersangka dipamerkan tersangka narkoba ada 52, sisanya kasus bajing loncat dan penggelapan kontainer.

“3C (curat,curas, curanmor) masih menjadi atensi kami semua baik di Polda maupun di polres serta jajaran. Kalau di Perak memang lingkungannya pelabuhan, kerawannya jadi extra. Jambret, lalu bajing loncat dan penggelapan kerap ditemukan,” lanjut Awi.

Sementara, pemusnahan dilakukan oleh Irwasda, Kapolres, perwakilan Kejari Tanjung Perak, tokoh ulama dan sejumlah perwakilan instansi lainnya, termasuk BNN.

Usai melakukan pemusnahan barang bukti narkoba, Irwasda, Kapolres dan semua yang terlibat pemusnahan melakukan cuci tangan menggunakan hand sanitizer sebagai bentuk kampanye pencegahan virus corona.(Mudessir)