Polrestabes Surabaya Kembali Berhasil Menangkap Pelaku Curanmor

0
458
Unit Resmob Polrestabes Surabaya saat gelar konferensi pers. Foto/dok. Polrestabes Surabaya

Surabaya,(GerakJatim.com) – Aksi tindak pidana di Kota Besar Surabaya masih kerap terjadi, meski pihak kepolisian terus berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif.

Unit Resmob Polrestabes Surabaya hari ini kembali gelar konferensi pers ungkap kasus spesialis pencurian motor gede yang berhasil dibekuk pada tanggal 17 Februari 2020 yang lalu.

Penangkapan tersebut berawal setelah pemilik motor Yamaha NMAX melaporkan ke Polisi usai mengetahui motornya telah digondol maling.

Pelaku yang ditangkap berjumlah 4 (empat) orang tersangka, diantaranya YN (32) warga Balongsari Praja6, AZ (40) asal Jalan Kalianak Barat Surabaya, MZ (38) warga Jalan Bumisari Praja Selatan 6 dan RS (31) asal Trageh Bangkalan Madura, yang diduga sebagai penadah.

Aksi keempat tersangka terungkap setelah Unit Resmob Polrestabes Surabaya terlebih dulu mengamankan RS dan temannya yang terlihat mencurigakan ketika melintas di Jalan Rajawali Surabaya.

“Setelah diamankan Ternyata ditemukan kunci T, dari hasil introgasi awal pelaku mengaku telah menerima motor dari seseorang,” Jelas Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Riski Wicaksono, S.I.K., M.Si, saat memimpin Konferensi Pers di Depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Selasa (25/02/2020).

Setelah diselidiki tim penyidik, RS mengaku motor tersebut menerima dari UD, ZN dan YN sekaligus otak dari pencurian tersebut.

Menurut keterangan dari Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Risky, modus para tersangka ini merupakan modus lama yakni menggunakan kunci T dan aksinya pada jam rawan tengah malam.

Saat diintrogasi, pelaku mengaku telah melakukan pencurian motor dibeberapa tempat yang berbeda di Surabaya diantaranya di Jalan Keputih Surabaya hasil Honda Supra 125, Tambak Asri Surabaya hasil Honda Supra 125.

Di Jalan Sememi Surabaya hasil Honda Beat Putih, Rangkah Surabaya hasil Honda Beat, Bulak Banteng Surabaya hasil Honda Beat, Sememi Surabaya hasil Jupiter MX, dan Tegalsari Surabaya hasil Honda Beat.

Sementara itu pelaku YN mengaku hasil curiannya dijual dengan harga 5 juta rupiah kepada RS yang kebetulan berdomisili di Bangkalan Madura.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal sebagaimana yang dimaksud 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (a.f/humas)

 

 

Sumber: polrestabessurabaya.com