Puluhan Wartawan Di Diskriminasi Saat Hendak Liputan Di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

0
489

Surabaya, (GerakJatim.com) – Perlakuan Diskriminasi kembali di alami oleh puluhan wartawan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ketika hendak meliput HUT Polwan yang ke 72.

Hal ini bermula ketika adanya undangan rilis melalui group WhatsApp Pokja Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan acara HUT Polwan 72 yang di laksanakan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (01/09/2020) pukul 12.30 siang

Namun saat hendak masuk untuk melakukan peliputan puluhan awak media di usir dan tak di perkenankan untuk melakukan tugas mulianya.

Bukankah awak media di lindungi Undang-undang no 40 tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggung jawabkan pemberitaan di depan hukum.

Bahkan wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Seharusnya Polri bisa bermitra dengan para awak media dan saling bersinergi. Namun kejadian ini sungguh menggores hati para insan pers di tanah air.

Momen perayaan HUT Polwan 72 ini seharusnya bisa disajikan ke publik guna menunjang kinerja dan sinergitas masyarakat dengan polri serta mempererat kemitraan Polri dengan para insan Pers.

Dwi salah satu awak media Wira Fokus yang duduk di trotoar depan Mapolres usai mendapatkan perlakuan pengusiran menyangkan insiden ini, ia juga mengatakan kami awak media merasa tak di hargai dan tak menghormati profesi yang mulia ini. Padahal Undangan tersebut di share di groub WhatsApp tribrata tanjung perak.

Hingga berita ini di tayangkan masih belum ada klarifikasi dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tentang pelarangan peliputan HUT POLWAN 72.

Kami tegaskan bahwa Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebar luaskan, pencetakan dan penerbitkan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah.(Zi/Red)