Rayuan Tersangka Kejahatan Terstruktur Di Bungurasih Minta Cabut Laporan , Korban Tetap Lanjutkan Meski Tiga Tersangka Di Tangguhkan

0
1628

Surabaya,(Gerakjatim.com) – Kejahatan di Bungurasih kembali memakan korban, Marlia (32) warga Kediri menjadi korban kejahatan terstruktur pada 13 Maret 2020.

Marlia menjadi korban setelah mendarat di bandara Juanda Surabaya, “Disaat keluar dari Bandara Juanda, saya menaiki Bus Damri untuk ke Bungurasih, ditengah perjalanan ada seorang wanita yang menawarkan tumpangan untuk bersama ke Kediri,” ujar ibu dua anak tersebut.

Dikarenakan Marlia tidak curiga, tawaran tumpangan tersebut di terima nya. “Saya tidak mencurigai dan saya terima tawaran tumpangan tersebut karena sama-sama mau ke Kediri,” tambah Marlia kepada Gerakjatim.com (09-06-2020).

Selepas menaiki mobil tumpangan yang sudah standby di Bungurasih, para tersangka yang berjumlah empat orang beraksi sesuai perannya masing-masing.

“Setelah saya menaiki mobil, mobil mengarah ke Indomaret sekitaran Bungurasih, untuk membeli minuman, selepas itu ada seorang laki-laki yang bertanya alamat dan berpura-pura tertipu,” tambah nya.

Dalam aksinya yang berpura-pura tertipu menawarkan berlian palsu untuk dijual, tiga orang tersangka menyerahkan beberapa uang dan barang untuk membeli berlian palsu tersebut, dikarenakan masih belum cukup salah satu tersangka membujuk Marlia agar juga menyerahkan uang dan barang berharganya, karena merasa iba akhirnya Marlia meminjamkan barang berharganya.

Setelah memberikan barang berharganya Marlia dikasih uang seratus ribu untuk turun dari mobil guna mengamankan dan membawa berlian palsu tersebut.

Merasa dirinya tertipu, Marlia langsung melapor kan kejadian tersebut ke Polda Jatim, dan berselang beberapa hari tiga tersangka tertangkap oleh Polda Jatim pada 25 Maret 2020 dan satu masih DPO.

Ketiga tersangka Mega Wahyuningtyas (38) Warga Wonokusumo Surabaya, Sunarto (57) Warga Kalipare Malang, Widi Harianto (40) warga Tawangsari Sidoarjo.

Namun pada 21 Mei 2020 tiga tersangka ditangguhkan. “Saya menyayangkan satu tersangka belum tertangkap kok yang tiga ditangguhkan,” Imbuh Marlia.

Meski pihak keluarga dan salah satu oknum penyidik menyuruh untuk mencabut laporan, Marlia masih bersikukuh untuk melanjutkan kasus tersebut. “Saya di iming-imingi uang agar mencabut laporan, saya sangat berharap kasus kejahatan yang terstruktur tersebut di proses dengan seadil-adilnya, agar ada efek jera, dan kejahatan tersebut tidak terulang lagi, dan hari ini kali ketiga saya di BAP,” tutup Marlia. (Bersambung).

 

PenulisĀ  (Tim Investigasi)