Rekayasa Jambret Tlekung Supervisor Suvenir Dijerat Pasal Penipuan

0
73

Kota Batu, (GerakJatim.com) – Berangkat dari video yang sempat viral di masyarakat beberapa waktu lalu, yang menayangkan sebuah aksi kejahatan yang kemudian dikenal sosial media dengan “jambret tlekung” saat ini mulai diungkap oleh Kapolres kota Batu lewat konferensi pers hari Kamis 23 April 2020.

Aksi penjambretan yang dilakukan oleh pemuda dengan inisial A, dilakukan di desa Tlekung pada hari Jum’at sekitar jam 13.30 siang bolong berbarengan dengan turunnya jama’ah sholat Jumat.

Dimana pelaku inisial A dengan memakai kendaraan Honda Vario 125 dengan nopol AG 4904 PX warna merah memepet laju kendaraan Yamaha aerox warna kuning dengan nopol N 2653 KH yang dikendarai oleh korban inisial M.

Pelaku menyerempet korban dan berhasil membawa kabur sebuah tas berisikan laptop dan dokumen penting lainnya.

Sedang korban yang saat itu berboncengan dengan temannya sempat jatuh seperti direkam oleh warga yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Dari hasil rekaman video yang sempat viral tersebut, jajaran polres kota Batu langsung mengambil tindakan cepat dengan menurunkan personilnya guna menindaklanjuti aksi tersebut.

Alhasil korban inisial M diketemukan dan disarankan untuk membuat dan mengajukan laporan berita acara penjambretan.

Dari laporan yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyidikan akhirnya menghasilkan titik terang bahwa insiden penjambretan tersebut adalah aksi rekayasa dari korban sendiri.

Kapolres menerangkan “bahwa masalah ini tetap harus diangkat supaya jangan sampai timbul image di masyarakat bahwa kota Batu tidak aman”.

Dari pengakuan korban bahwa M tengah punya sesuatu masalah pekerjaan di tempat dia mencari nafkah yang dipercaya sebagai supervisor di salah satu toko suvenir yang ada di kota Batu. Dimana seluruh berkas file pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, dia simpan di laptop pribadinya.

Nah upaya guna menghilangkan file yang tersimpan di perangkat lunak tersebut, maka M merencanakan sebuah aksi yang seolah-olah laptopnya dijambret oleh seseorang dan hilang.

Untuk menjalankan aksi tersebut M telah bekerjasama dengan A yang merupakan teman ngopi setiap harinya dengan imbalan uang Rp 2 juta dari M. Dan uang tersebut telah disita sebagai barang bukti beserta HP dan 2 unit sepeda motor.

Dalam konferensi pers siang itu baik A yang berperan sebagai pelaku penjambret maupun M sebagai korban telah membenarkan rekayasa atas aksi tersebut dan minta maaf kepada seluruh jajaran polres kota Batu juga kepada masyarakat yang merasa diresahkan oleh ulah mereka.

“Hasil pendalaman dari penyidikan menyimpulkan bahwa seseorang yg berbohong sekali saja akan menjadi keterusan” tutur Kapolres AKBP Harviadi Agung Pratama SIK.MIK.

Dengan demikian pihak kepolisian tetap akan memberi sanksi kepada mereka berdua dan menjeratnya dengan pasal 220 yaitu pemalsuan yang bisa dikenai hukuman maksimal satu tahun empat bulan.

Pada kesempatan yang sama Kapolres kota Batu juga mengungkap kasus ke dua

Yakni diketemukannya kendaraan Suzuki R3 dengan nomer polisi B 1785 EOK warna abu-abu metalik pada tanggal 20 April 2020 yang mana mobil tersebut juga sempat viral di media sosial dengan seorang pengemudi yang mengatakan bahwa salah satu tempat penjualan dia bertransaksi adalah di kota Batu.

Berdasarkan penyelidikan ternyata STNK dan nopol yang terpasang pada mobil tersebut adalah palsu.

Belakangan diketahui bahwa laki-laki di video tersebut adalah seorang terlapor atas nama Z yang sering melakukan transaksi gadai mobil orang lain, yang sampai saat ini menjadi buron Kanitreskrim Polsek Jaten Karang Anyar Jawa Tengah.

Mobil R3 yg berhasil diamankan dari pihak penyewa inisial B (sementara sebagai saksi) warga Malang saat itu pula diserah- terimakan kepada Kanitreskrim Polsek Jaten – Karang Anyar Jawa tengah, untuk ditindak lanjuti. (Edy/red)