Tak Bosan Dua Kali masuk Penjara, Pendik Kembali Kejeruji Usai Di Bekuk Polsek Semampir

0
449
Foto barang bukti beserta tersangka saat press release di mapolsek Semampir/Fauzi Redaktur pelaksana

Surabaya, (GerakJatim.com) – M. Efendi Bin Tohan yang biasa di kenal pendik (38) warga Jatisrono barat no 44 Surabaya harus kembali merasakan dinginnya penjara usai di bekuk unit Reskrim Polsek Semampir Lantaran Tindak kejahatan dengan kekerasan di jalan Jatisrono Tengah (15/03/2020) kemarin.

Saat awak media mewawancarai Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus S, Amd. membenarkan adanya penangkapan tersebut dan sudah mengamankan tersangka dan barang bukti di mapolsek Semampir Surabaya.

“Pada hari Minggu tanggal 15 maret 2020 sekira pukul 10.30 WIB datang seorang laki laki bernama Jonathan Given Batubara (44) tahun ke Polsek Semampir melaporkan bahwa telah menjadi korban perampasan dengan kekerasan di jalan Jatisrono tengah dengan luka bacok di tangan,” Ujar Aryanto.

Selanjutnya Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus S, Amd Memerintahkan Tim Ops Reskrim beserta jajarannya untuk segera mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan penyelidikan serta segera menangkap pelaku.

“Saat korban hendak masuk ke dalam mobil usai beribadah di gereja jalan Jatisrono tengah, tiba tiba tersangka menarik tas korban, karna mempertahankan tas tersebut akhirnya korban di bacok oleh tersangka dan berhasil membawa kabur tas yang berisi HP Vivo dan dompet berisi uang Rp 100.000 (seratus ribu rupiah).” tambah Aryanto.

Setelah di lakukan olah TKP dan penyelidikan hanya dalam waktu 27 jam tim Reskrim Polsek Semampir berhasil menemukan identitas pelaku yakni M Efendi alias pendik, maka polisi bergerak cepat menangkap tersangka pendik di rumah nya dan di temukan barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk membacok korban,Senin pukul 15.00 wib (16/03/2020)

“Setelah di lakukan interogasi dan pemeriksaan, ternyata tersangka sudah dua kali masuk penjara karna kasus pencurian dan penganiayaan, kini tersangka beserta barang bukti satu buah tas cangklong warna coklat berisi HP Vivo, dompet hitam dan sebuah pisau yang di gunakan untuk melancarkan aksinya di bawa ke mapolsek Semampir Surabaya,” Tutup Perwira Menengah Tingkat Satu kepolisian Republik Indonesia tersebut.

Atas perbuatannya tersangka di jerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan maksimal kurungan penjara (9) sembilan tahun penjara.(Zi/Red)