Terkait Kasus Oknum Polisi Mabuk Tembak TNI, Kapolri Langung Terbitkan Surat Telegram

0
1050

Jakarta, (Gerakjatim.com) – Terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum Polisi saat mabuk di Cengkareng, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menerbitkan Surat Telegram dengan nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021.

Telegram ditujukan untuk Kapolda dalam menanggapi peristiwa penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Isinya yakni arahan dalam menyikapi kasus penembakan tersebut. Terutama agar tidak terulang kembali. Dan, mencegah terjadinya perselisihan.

Kapolri memerintahkan untuk memberikan tindakan tegas kepada anggota Polri yang terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut.

“Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut,” ungkapnya, pada Kamis (25/2/2021).

Dalam Surat Telegram Kapolri itu Listyo meminta agar oknum polisi tersebut mendapat sanksi berupa pemecatan secara tidak hormat.

Selain itu juga oknum polisi tersebut harus menjalani proses hukum yang berlaku.

Sementara itu, Listyo juga turut meminta agar pihak kepolisian memperketat proses peminjaman senjata api.

Listyo menegaskan, peminjaman hanya boleh bagi anggota yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah.

Kemudian, Listyo juga memberi perintah kepada Kasatwil dan propam untuk berkoordinasi dengan satuan TNI setempat dan POM TNI.

Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan antara anggota TNI dan Polri secara cepat.

Peristiwa yang terjadi di salah satu cafe pada Kamis dini hari itu menewaskan tiga orang termasuk salah satunya adalah anggota TNI AD. (Rena)