Terkait Pembuangan Limbah di Desa Putat Lor, Polisi Tetapkan Dua Orang Sebagai DPO

0
62

Gresik, (Gerakjatim.com) – Terkait pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di sejumlah lahan produktif milik petani Desa Putat Lor, RT 05, RW 02 Kec. Menganti, Kabupaten Gresik. Warga terdampak sudah mengetahui pelaku-pelakunya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga terdampak Eko ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp oleh wartawan gerbang wes.com, Rabu Sore ( 28/10/20 ).

Eko mengatakan, pemberi izin pembuangan limbah B3 di gudang tersebut adalah Cak Toyo ( RT 05 Hartoyo ). Sedangkan Pak Gito itu yang punya limbah B3 ( makelar ), untuk pak Andre itu orang lapangan yang mengawasi keadaan jalan aman atau tidak,” ucap Eko.

Lanjut Eko, untuk nomor telepon Gito serta Andre sudah tidak aktif lagi dan pada hari Jum’at kemarin ada mediasi di Balai Desa mereka berdua tidak hadir. Katanya sekarang sudah menjadi DPO Polisi,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai harapannya terhadap pihak Kepolisian, Eko menjawab, warga yang terdampak sebagian ada yang minta ganti rugi. Sedangkan yang lainnya minta kasusnya sampai ke Rana hukum.

“Warga yang terdampak minta ganti rugi mas , kalau semua warga Putat Lor minta kasusnya di lanjutkan sampai ke rana hukum, kok bisa beberapa perangkat desa memberi ijin tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu, padahal sejak lama sudah ada masyarakat yang mengingatkan bahwasanya itu limbah B3 kok gak direspon,” katanya.

Ketika ditanyai terkait siapa perangkat Desa yang sudah tau dan izin apa yang diberikan kepada para pelaku. Eko mengatakan, Y mas, yang kasih ijin itu Hartoyo selaku RT 05, RW 02. Pernah tetangga saya bilangin pak Hartoyo bahwasanya itu limbah batu bara, urusane gede lo yo koen kok wani, wes ijin nang Deso ta ? (Urusannya besar Lo, Ya kamu Kok berani, sudah izin di Desa ya). Wes ijin aku nang Deso melalui Pak Keman (sudah izin saya di Desa melalui pak Keman (pak Keman sebagai bahu) kata pak toyo,” pungkasnya.

Dalam hal ini sudah jelas siapa pelaku pembuangan limbah B3 di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Dan pihak warga berharap pihak kepolisian Resort Gresik segera menangkap para pelakunya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, terkait kebenaran informasi tentang Andre dan Gito sudah ditetapkan sebagai DPO, hanya di baca saja, belum ada balasannya. (Ros)