Usai Bawa Pulang Paksa Jenazah Ibundanya, Empat Anak Tersebut Terancam Di Penjara 7 Tahun

0
3811

Surabaya, (GerakJatim.com) –Pengembangan lanjutan terkait tersangka pengambilan paksa jenazah covid-19, kali ini dilakukan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum S. Si., MH., didampingi Danramil Semampir dan Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus. A. Md., Direktur Rumah Sakit Paru Drs. Diyah Retno dan Dokter Puskesmas Pegirian Ibu Evi, untuk menindaklanjuti perkara tersebut di RS Paru Jalan Pegirian Surabaya, Selasa (23/06/20)

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum. S. Si., MH., menjelaskan, terkait proses hasil perkembangan penanganan penyidikan kasus membawa kabur jenazah / pasien yang terkonfirmasi Covid-19 ini dan penahanan perkara, memang sudah dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah sampai tahap penyidikan.

“kita juga sudah menetapkan empat tersangka antara lain IR, AS, AK dan BP. Terkait dengan pasal yang kita kenakan dengan UU wabah penyakit kemudian UU karantina kesehatan juga terkait dengan KUHP, dengan maksimal ancaman 7 tahun penjara.” Jelasnya.

Masih kata Kapolres, saat ini untuk tersangka sedang kita lakukan penahanan karena tersangka ini adalah bersetatus OTG/PDP, Sehingga dilakukan perawatan (Isolasi) di RS Bhayangkara Polda Jatim, proses kemarin Rapid Test hasilnya ternyata adalah reaktif terhadap 4 tersangka dan juga tersangka saat ini kita lakukan Swap jadi saat ini kita tunggu hasil Swapnya,

“saya berharap Kepada seluruh masyarakat ini suatu pembelajaran bagi kita semua, beginilah kalau masyarakat tidak mentaati terkait dengan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah, Di samping membawa jenazah secara paksa tidak melalui protokol kesehatan juga ada ancaman pidananya dan dapat menularkan bagi mereka yang menyentuh pasien/jenazah yang terkonfirmasi positif Covid tersebut.” tuturnya.

“Kejadian ini merupakan salah satu contoh yang terjadi dan kami sedang koordinasi dengan Puskesmas Namun karena keempatnya juga reaktif, jadi dilakukan perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim.” Pungkasnya.(Zi/Red)