Mahasiswa UMM Bagikan Sabun Di Sampang Guna Pencegahan Virus Corona

0
51

Sampang, (GerakJatim.com) – Tim PMM UMM Sampang (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang di kabupaten Sampang) terus melanjutkan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Sejak Senin (29/6) sampai dengan Selasa (14/7) lalu, mahasiswa UMM melakukan aksi sosial berupa pembagian sabun cuci tangan disertai poster berisi SOP (Standar Operasional Prosedur) ibadah solat di masjid.

 

Pembagian sabun cuci tangan serta poster SOP ibadah solat di masjid bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa sebenarnya penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan dari diri sendiri, yakni dengan rajin mencuci tangan menggunakan tata cara yang benar. Kegiatan ini diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, SE., ME.

 

Sejumlah lokasi masjid dipilih atas pertimbangan peta sebaran COVID-19 di kabupaten Sampang, mengingat masih banyak warga yang belum memahami pentingnya berbudaya hidup sehat dengan cara mencuci tangan. “Setiap individu dapat melindungi diri dari serangan virus COVID-19. Salah satunya adalah dengan rajin membersihkan tangan dengan sabun.

 

CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) merupakan kebiasaan yang mampu secara efektif memutus rantai penyebaran infeksi yang disebabkan oleh kuman. Bahkan CTPS terbukti mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh bakteri secara signifikan. Mari saling menjaga, saling melindungi, siapa pun yang ada di sekitar kita, terutama adalah keluarga”, ucap Maghfiroh selaku Koordinator kelompok 11 PMM UMM Sampang setelah di wawancarai. (14/07/2020)

 

 

Faktanya, masih sedikit masyarakat yang paham mengenai bagaimana cara mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar. Padahal mencuci tangan dengan benar berperan penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang bisa mencegah berbagai penyakit infeksi yang dapat tertular melalui tangan. Dalam sosialisasi, tim PMM UMM Sampang menjelaskan bagaimana langkah cuci tangan menggunakan sabun dengan benar.

 

Langkah pertama, basahi kedua tangan dengan air mengalir, kemudian tuangkan beberapa tetes sabun cuci tangan dan gosok kedua telapak tangan. Langkah kedua, gosokkan telapak tangan kanan ke atas punggung tangan kiri dan sebaliknya. Langkah ketiga, pastikan area sela-sela jari juga dibersihkan dengan memposisikan antar telapak tangan dan antarjari saling terikat. Langkah keempat, gosokkan antara telapak tangan kanan dan kiri dengan saling memutar, begitupun sebaliknya. Langkah kelima, jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri dan sebaliknya. Langkah terakhir, letakkan punggung jari pada telapak tangan satunya dengan jari saling mengunci. Setelah selesai, bilas kembali dengan air mengalir dan keringkan menggunakan handuk atau tisu.

 

 

Aksi sosial berjalan di 4 masjid kabupaten Sampang, masing-masing dibagikan 1 pump sabun cuci tangan beserta poster SOP ibadah solat di masjid. Sabun yang dibagikan merupakan sumbangan dari tim PMM UMM Sampang, serta botol pump nya berasal dari kemasan botol sabun atau sampo yang sudah tidak terpakai kemudian dibersihkan agar layak digunakan kembali, hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di bumi.

 

 

Ditengah merebaknya virus corona, kontribusi ini sangat dibutuhkan, karena minimnya tingkat pengetahuan masyarakat, membuat mereka kerap menyepelekan hal-hal yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain hingga bisa mengancam jiwa. Virus corona dapat dengan mudah menyebar melalui droplet penderita yang secara tidak sadar orang-orang disekitar pun ikut terpapar.

 

 

Tidak hanya Tenaga Kesehatan (Nakes) ataupun mahasiswa jurusan kesehatan saja yang mampu melakukan kontribusi ini, tetapi orang-orang yang berwawasan luas dan berkeinginan tinggi untuk merubah keadaan menjadi lebih baik pun dapat melakukannya.

 

 

Kabupaten Sampang adalah salah satu dari empat kabupaten yang ada dipulau Madura. Awalnya kabupaten Sampang merupakan satu-satunya daerah zona hijau di Jawa Timur, akhirnya juga termasuk daerah zona merah. Tanggal 26 Mei 2020, Satgas COVID-19 kabupaten Sampang mengatakan bahwa jumlah ODP sebanyak 468, PDP sebanyak 17 dan Positif sebanyak 16, dari pasien yang terconfirm tersebut ada 4 orang yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil negatif pada SWAB test yang diambil sebanyak dua kali.

 

 

Angka ini akan terus bertambah, terbukti dengan tercatatnya pasien yang terconfirm COVID-19 sejumlah 159 orang pada 13 Juli 2020. Jumlah angka tersebut didapat dari update situasi peta sebaran COVID-19 di Jawa Timur yang dirilis oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.