Masjid Terbesar Di Kota Probolinggo, Ikuti Anjuran MUI Dan Pemerintah Perangi Virus Corona

0
343

Probolinggo, (GerakJatim.com) – Pemandangan berbeda terlihat di sebelah barat alun-alun kota probolinggo, tepatnya didepan masjid Agung Raudhatul Jannah, Jum’at, (09/04/2020).

Pasalnya,selain mengacu pada fatwa MUI Nomor 14 th 2020 pada ketentuan hukum poin 04,dan Surat edaran kementrian Agama No 06 th 2020, dengan diperbolehkannya mengganti sholat Jum’at dengan sholat dhuhur.

Pihak takmir Masjid Jami’ terbesar dikota Probolinggo itu mengaku sudah mendapatkan himbauan langsung dari Bapak walikota (Habib Hadi Zainal Abidin).

Drs.Paini Efendi MH, selaku PLT Takmir yang di dampingi oleh Ustadz Wahid Spd I mpd, menuturkan Bahwa.

“Langkah ini dilakukan demi kemaslahatan bersama, selain banyaknya warga yang transit di sini, wilayah kotamadya Probolinggo sudah ada 190 Orang menjadi ODP (orang dalam pantauan), Sebanyak 3 orang menjadi PDP (Pasien dalam pengawasan) sedangkan yang sudah positif Covid 19 ada 2 orang,” tutur beliau.

Pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Covid 19 diwilayahnya dan selalu mendukung serta melaksanakan himbauan dari pemerintah daerah dalam hal ini.

Foto jurnalis Sholeh Gerak Jatim.com

Menurut staf Pol-P (Abdus suhur)saat dimintai keterangan oleh media GerakJatim.com menuturkan.

“Kami akan selalu ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan para jama’ah sholat Jum’at dimasjid ini dan kami pun akan menjelaskan kepada semua masyarakat bahwa, ini hanya untuk pelaksanaan sholat Jum’at saja,” imbuhnya.

“Tetapi untuk sholat jama’ah rawatib masih tetep berjalan seperti biasa, Walaupun jarak 1 meter antar jama’ah harus diterapkan, ini semua demi memutuskan penyebaran virus Covid 19,” pungkas Abdus Suhur. (Sholeh/Red).