Melalui Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri, mahasiswa Muhammadiyah Malang Kembali Melakukan Pergerakan Di Desa Tegalgondo, Malang

0
30

Malang, (GerakJatim.com) – Tim PMM UMM melakukan pemanfaatan dari limbah sampah yang hasilnya nanti bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan dan kerajinan yang dijual sehingga menghasilkan uang yang akan masuk ke tabungan warga itu sendiri. Kegiatan ini diawasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, SE., ME. Kegiatan ini lakukan pada Senin (27/07/2020).

Sejak adanya Pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala dalam menjalani aktivitas kehidupan normal. Masyarakat dituntut untuk membatasi diri agar mencegah penularan, hastag #stayathome dan himbauan untuk berada dirumah saja selalu kita jumpai disosial media dan banner di beberapa daerah.

Tentunya kita tahu akan ada banyak limbah sampah rumah tangga yang tercipta nantinya, bukan hanya sampah rumah tangga tetapi kita juga harus memperhatikan lingkungan agar tetap selalu bersih.

Seperti yang kita tahu sekarang Indonesia telah menciptakan dan menerapkan program baru yang disebut New Normal, dimana masyarakat indonesia tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ada.

Untuk menanggulangi sampah rumah tangga dan tetap menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. Di dusun Dawuhan desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang telah menerapkan dan menjalankan program ‘Bank Sampah’ sejak dua tahun belakangan ini. Program bank sampah ini diciptakan oleh mahasiswa UMM yang juga sedang menjalani kegiatan KKN pada tahun 2018.

Oleh karena itu, kami selaku mahasiswa UMM yang mengadakan kegiatan PMM ini mengarahkan untuk selalu hidup sehat dan tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tentunya kami juga ikut membantu warga desa Tegalgondo agar dapat menjaga lingkungan dan keadaan sekitar agar tetap bersih seperti yang sudah dibuat oleh mahasiswa UMM sebelumnya melalui program Bank Sampah.

Kebanyakan masyarakat yang masih was-was dengan keadaan sekarang dan lebih memilih untuk tetap berada di rumah tentunya jika hanya berdiam diri dirumah akan menimbulkan rasa bosan dan untuk mengurangi rasa bosan dirumah, kebanyakan masyarakat beralih kegiatan seperti menanam bunga, bertani, berkebun disekitar rumahnya. Program bank sampah ini sangat cocok dijadikan aktivitas selama pandemi seperti sekarang ini.

Bukan hanya pada saat keadaan seperti ini tetapi seterusnya harus tetap terus berlanjut kegiatan program kegiatan bank sampah ini karena sangat banyak manfaat seperti sampah-sampah bisa didaur ulang menjadi beberapa kerajinan tangan dan dari beberapa kerajinan tangan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Adanya bank sampah memiliki tujuan agar membantu pemerintah dan tentunya membantu warga desa Tegalgondo dalam menjaga lingkungan agar tetap selalu bersih dalam menangani pengelolaan dan mengolah sampah. Kami mahasiswa PMM selalu memberi arahan kepada masyarakat akan pentingnya hidup dilingkungan yang bersih, rapi pastinya dengan pola hidup yang sehat.

Selama kegiatan kami mahasiswa PMM UMM membantu seperti mendata sampah dan memilah lalu dibersihkan menurut kategorinya masing-masing seperti sampah plastik, sampah kaca dan sampah organik yang berasal dari warga yang bisa didaur ulang ditimbang atau dikilokan ke bank sampah yang nantinya warga tersebut akan mendapat uang berupa tabungan untuk warga dusun Dauhan sendiri. lalu nanti oleh Bank sampahnya sebagian dijual ke pengepul dan sebagian dibuat kerajinan, contohnya kerajinan dari ring gelas yang nantinya menjadi sebuah kerajinan seperti tempat tisu, tempat menaruh minuman gelasan. Sampah organic bakal disulap menjadi pupuk organic dan dipergunakan untuk penyuburan tanaman di desa Tegalgondo. Selama kegiatan kami bersama ibu-ibu dusun Dawuhan desa Tegalgondo dan salah satu pengurusnya yaitu Lisa wanita berumur 38.

Di desa Tegalgondo, warga terbiasa mengelompokkan sampah seperti sampah organik, sampah plastik, sampak kaca lalu menggunakannya untuk berbagai keperluan. Warga desa Tegalgondo sebagian besar menggunakan sampah akhir yang tidak dapat di olah menjadi kerajinan maupun dijual akan mereka jadikan sebagai bahan bakar tungku mengolah makanan.

Sampah plastik mereka kumpulkan lalu dibuat menjadi kerajinan bersama-sama dan sebagian dijual. Sementara sampah organik biasanya warga desa Tegalgond mengolah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanah dan tanaman di kebun.

“Salah satu upaya mengurangi sampah warga di ajak untuk selalu sadar dan memperhatikan lingkungan agar tetap bersih selain membawa dampak positif bagi lingkungan dan warga program Bank Sampah ini juga dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat” – ujar Lisa selaku pengurus bank sampah di desa Tegalgondo Malang.

Abdul Kholil selaku Kepala dusun Dawuhan desa Tegalgondo kecamatan Karangploso Kabupaten Malang juga sangat mendukung kegiatan program bank sampah ini. Program Bank Sampah sejalan dengan program desa untuk menciptakan lingkungan yang bersih, rapid an sehat, serta menjadi alternative untuk pengelolaan sampai di desa Tegalgondo.

Beberapa kerajinan tangan seperti diatas tempat minuman, kotak tisu, pot bunga dan masih banyak lagi akan dijual dan dimana dari hasil perjualannya akan masuk ketabungan warga.

Program bank sampah ini adalah salah satu dari banyaknya upaya kecil yang sederhana dengan hanya memilah-milah dan membuat menjadi beberapa kerajinan tangan bisa membawa perubahan yang besar bagi warga dan lingkungan. Tentunya di samping itu manfaat yang bisa diperoleh dari program bank sampah ini yaitu sebagai sumber penghasilan baru bagi warga dusun Dauhan desa Tegalgondo.

Semoga adanya program bank sampah ini diharapkan agar selalu bisa menyadarkan masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tentunya menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam mengolah sampah menjadi bahan yang masih bisa bernilai jual yang cukup baik, maka diharapkan pengelolaan sampah menjadi budaya baru dan daya saing masyarakat Indonesia.(Red)