Proklamasi Kemerdekaan Di Ajarkan Secara Daring, Guru Live Zoom Dari Rumah Kost Bung Karno

0
136

Surabaya, (GerakJatim.com) – Mengenakan baju ala pejuang era 45, dua orang guru kelas 6 SD Muhammadiyah 12 Surabaya melakukan pembelajaran secara daring langsung dari (bekas) rumah kost Bung Karno di kampung Peneleh Gg. VII No.29-31, Peneleh, Kec. Genteng, kota Surabaya, pada Jum’at siang (14/8/2020)

Keduanya secara terpisah bergantian mengajar materi tematik tentang persatuan dan rukun dalam perbedaan. Materi ini diawali dengan pengenalan tentang peristiwa proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, sebagai hari lahirnya negara kesatuan republik Indonesia.

“Kami ingin mengajar dalam suasana berbeda saat belajar tema 2, sub tema 1, pembelajaran 1 kurikulum K-13, yakni tentang Proklamasi Kemerdekaan. Kami mengajar live zoom langsung dari rumah kost bung Karno, sang Proklamator,” terang Ahmad Naf’an guru kelas 6 SD Muhammadiyah 12 Surabaya.

Secara daring, Naf’an, menceritakan kepada siswanya bahwa Proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh IR Soekarno, yang dulunya saat masih pelajar Soekarno pernah bersekolah di HBO (setara SMA) di kota Surabaya dan indekos di salah satu kamar rumah HOS Tjokroaminoto di kampung Peneleh Gg. VII No.29-31 Surabaya.

“Anak-anak saat ini ustadz Naf’an dan ustadzah Lin Hidayati berada di bekas rumah kost Bapak Proklamator kita, IR Soekarno, rumah ini milik pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto pendiri Sarekat Islam,” ucap Naf’an sambil membawa laptopnya mengarahkan pada setiap sudut rumah kuno HOS Tjokroaminoto

Sayup-sayup terdengar dari laptop suara beberapa anak yang penasaran situasi rumah bersejarah di Peneleh Surabaya, yang oleh pemkot Surabaya kini diubah menjadi museum HOS Tjokroaminoto, menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di kota Surabaya.

“Saat pandemi ini sebenarnya museum HOS Tjokroaminoto tertutup untuk umum. Namun, Alhamdulillah kami diijinkan masuk karena untuk keperluan belajar secara daring, agar bisa tersampaikan kepada anak-anak yang belajar di rumah,” ungkap Ahmad Naf’an yang berterima kasih kepada pemkot Surabaya.

Pembelajaran daring, zoom meeting, yang berlangsung selama 45 menit tersebut diikuti 40 siswa dari total 67 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Di antara siswa juga ada yang memakai baju pejuang demi memperingati HUT RI ke-75 tahun 2020 dalam suasana keprihatinan saat dilanda pandemi Covid-19.

“Sekolah berharap, pembelajaran daring bukan kendala dalam mendidik siswa, meski tanpa bertatap muka secara langsung. Termasuk saat mengajar sejarah proklamasi kemerdekaan agar siswa mampu memahami pentingnya menjaga persatuan dan rukun dalam perbedaan,” pungkasnya.
(Yuda/Red)