Sekolah Kreatif SDM 20 Tembok Dukuh Surabaya Sosialisasi Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru

0
447

Surabaya, (GerakJatim.com) – Tahun ajaran baru 2020/2021 segera dimulai serentak pada 13 Juli 2020. Masuk sekolah secara tatap muka hanya diperbolehkan untuk daerah Zona Hijau penyebaran pandemi Covid-19 dengan protocol kesehatan secara ketat, seperti jumlah siswa terbatas 18 orang per kelas dan Cuma 3 hari seminggu.

Mengingat Jawa Timur tidak ada wilayah yang terkategori Zona Hijau, maka seluruh pembelajaran sekolah dari PAUD/TK hingga Perguruan Tinggi harus dilakukan dalam jaringan (Daring). Bertujuan menyosialisasikan pengenalan bagaimana pembelajaran daring, SD Muhammadiyah 20 Kreatif Surabaya terjunkan ustadz-ustadzah “door to door” datangi rumah siswa baru sesuai protokol kesehatan.

Masing-masing rumah siswa baru didatangi 2 guru atau ustadz-ustadzah. Setiap hari ustadz-ustadzah SDM 20 Kreatif Surabaya minimal datangi 6 rumah siswa baru selama H-7 hingga H-5 masuk sekolah. Salah satunya di rumah Ananda Rifat Kautsar Ar-Rasyid kelas 1 Bee (lebah) yang berlokasi di Jl. Dupak Bangunsari IV no. 10 Surabaya pada Rabu pagi (8/7/2020) mendapat giliran didatangi 2 guru SDM 20 Kreatif Surabaya.

Agar terkesan belajar daring itu menyenangkan, ustadz-ustadzah gunakan face shield dengan hiasan menarik. Setelah cuci tangan dan cek suhu tubuh, ustadz-ustadzah masuk rumah dan temui siswa baru dengan didampingi orang tua. Pertama, ustadz-ustadzah beri dan pakaikan face shield khusus bertuliskan nama sekolah dan kelas kepada siswa.

Setelah saling berkenalan, ustadz-ustadzah mengajak siswa baru untuk berkenalan dengan guru dan teman barunya melalui media “Pop-Up Book” dilengkapi foto dan nama kepala sekolah, guru dan teman-teman sekelas mereka di SDM 20 Kreatif Surabaya.

Agar bisa berinteraksi langsung dengan kepala sekolah, guru dan teman sekelasnya SDM 20 Kreatif Surabaya melalui video internet, maka ustadz-ustadzah mengoperasikan aplikasi “zoom meeting” secara live ngobrol bareng dengan 6 siswa baru di lokasi rumah berbeda dan menyapa kepala sekolah yang kebetulan ada di sekolah SDM 20 Kreatif Surabaya dan sekilas menunjukan gedung sekolah dan kelas mereka.

Kunjungan diakhiri sesi membuat karya kreatif, ustadz-ustadzah mengajarkan bagaimana membuat hiasan dengan media kaos polos yang bisa dihias gambar atau tempelan sesuai daya imajinasi dan kreatifitas siswa, tentunya bisa dibantu orang tua.

Tiga hari awal masuk sekolah, 13-15 Juli 2020, yang biasanya disebut masa orientasi siswa (MOS) rencananya di SDM 20 Kreatif Surabaya diisi dengan kunjungan sosialisasi lanjutan dan/atau pemantapan bagaimana cara pembelajaran daring untuk siswa baru.

Sebab, membuka aplikasi “Zoom Meeting” merupakan salah satu cara pembelajaran daring yang akan sering dilakukan siswa di rumah masing-masing selama masa pandemi Covid-19. Para guru dari jarak jauh akan tetap berinteraksi dan membimbing materi pembelajaran.

Diharapkan selama proses belajar mengajar daring, siswa dapat didampingi orang tua agar terjadi sinergisitas antara guru-orang tua-siswa sehingga kompetensi dari setiap pelajaran bisa tercapai.

Fitri Yuliana Djohar selaku wali murid mengaku senang sekali dengan langkah sekolah yang secara inisiatif mendatangi rumah siswa baru untuk mengenalkan sekolah di era pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini. “Kami sangat senang sekali dengan adanya MOS (Masa Orientasi Sekolah) daring, jadi anak bisa kenal tahu siapa guru dan teman-teman nya, sebelum anak-anak bertatap muka karena wabah Corona, mereka belajar harus lewat zoom atau on line dengan ustadzahnya. Memang cara tersebut tidak efektif karena kelas 1 harusnya bertatap muka untuk mengenal teman-teman nya, namun untuk menjaga kesehatan kami orang tua harus mendukung, mudah-mudahan wabah ini segera berakhir dan anak-anak bisa bertatap muka, bisa belajar seperti sedia kala”, pungkasnya.

Sementara itu guru kelas 1 SD Muhammadiyah 20 Surabaya menyatakan pihaknya siap membantu wali murid dengan mendatangi rumah-rumah siswa untuk memberikan pengenalan secara daring. “Karena melihat kondisi saat ini yang memang masih di masa pandemi, dan dari sekolah pun dituntut pada tanggal 13 Juli 2020 sudah melakukan pembelajaran daring, kita juga memikirkan kondisi anak-anak ketika masih belum mengenal teman-teman, guru, dan lingkungan sekolahnya, maka kami mempunyai inisiatif door to door atau home visit kepada anak-anak untuk sosialisasi kegiatan daring selama pandemi”, ucapnya.
(Yuda/Red)