Dua Hari Bercinta, Janda Jombang Tewas di Warung Miliknya, Begini Cerita Lengkapnya

0
3975

Jombang,(Gerakjatim.com) – Supriadi alias Konting (34) tega membunuh dan merampok seorang janda di Kabupaten Jombang. Untuk melancarkan aksinya, bapak satu anak ini lebih dulu menjerat korban dengan tali asmara.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih mengatakan, Supriadi dikenal mempunyai watak panjang tangan atau suka mencuri.

Awal cerita, Pada Kamis (17/12), pria asal Dusun Dapet, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan itu mencari sasaran ke wilayah Kesamben.

Hari itu, tersangka mampir ke warung nasi dan kopi milik Waras (53) di Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben. “Karena saat itu korban pakai perhiasan banyak, dia dijadikan target oleh tersangka. Dia kenalan sama korban. Korban yang terkenal genit digodain oleh tersangka,” kata Christian kepada awak media, Kamis (24/12/2020).

Keesokan harinya, Jumat (18/12), korban meminta Supriadi untuk mengantarnya menagih utang ke kampung-kampung. Karena selain membuka warung nasi, Waras juga mengutangkan uang ke warga sekitar.

“Jumat, korban diantarkan tersangka muter-muter nagih, lalu balik ke warung. Dia (korban) ngajakin hubungan suami istri di warung situ,” terang Christian.

Christian menuturkan Supriadi kembali mengantar korban keliling menagih utang pada Sabtu (19/12). Saat itu dia sudah berencana membunuh Waras. Bapak satu anak ini membawa sebatang besi yang dia sembunyikan di depan warung korban.

“Sabtu itu dia mau mengeksekusi, ternyata warung korban tutup. Akhirnya dilakukan Minggu (20/12),” ungkapnya.

Seperti dua hari sebelumnya, pagi itu Supriadi mengantar Waras menagih utang mengendarai sepeda motor sport Yamaha R15 warna merah. Momen kebersamaan mereka terekam kamera CCTV milik warga Desa Wuluh. Mereka baru kembali ke warung milik korban sekitar pukul 12.00 WIB.

“Saat di warung, dia ngajakin hubungan suami istri, tapi korban mau istirahat dulu. Saat korban tidur, tersangka menyiapkan besi di samping tempat tidur. Lalu tersangka tidur di sebelah korban. Kemudian tersangka memukul korban 9 kali dari belakang,” jelas Christian.

Supriadi lantas menjarah barang berharga milik janda anak satu tersebut. Yakni cincin dan gelang emas, serta ponsel dan uang Rp 30.000. Tersangka kabur dan bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi.

Jasad waras baru ditemukan oleh pembeli yang datang ke warungnya pada Minggu (20/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Janda anak satu ini tergeletak bersimbah darah di atas tempat tidur di dalam warung tersebut. Dia tewas akibat pendaraan pada otak setelah terkena pukulan keras tersangka pada kepala belakangnya.

Tiga hari kemudian, Rabu (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB, Supriadi diringkus di tempat persembunyiannya di hutan Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, Jombag. Dua timah panas polisi bersarang di kaki kanannya karena kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.(Red)

 

 

 

 

 

 

Detik News Jatim