Ikan Di Blereng Ranu Klakah Keracunan, Inilah Penyebabnya

0
213

Lumajang, (GerakJatim.com) – Fenomena alam yang juga merupakan subuah tradisi tahunan kembali terjadi di Ranu Klakah.
Kejadian yang membuat seluruh ekosistem di Ranu lereng Gunung Lemongan keracunan semenjak Rabu (29/07/2020).

Kejadian ini disebabkan adanya perbedaan suhu/masa udara lapisan bawah Ranu naik, hingga membuat pergerakan udara vertikal, perbedaan massa udara didasar Ranu tersebut membuat kandungan kadar belerang yang tersimpan di gunung Lemongan meningkat yang menyebabkan ribuan ekosistem yang ada keracunan hingga naik kepermukaan Ranu.

Danau yang berada di lereng gunung Lemongan seluas +/- 22 hektare dengan kedalaman sekitar 28 meter ini,
Berada didesa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang

Menurut warga sekitar, peristiwa ini diyakini merupakan sebuah tanda bahwa akan datangnya musim kemarau, mereka menyebutnya dengan peristiwa “KOYOK”.
Sekalipun peristiwa ini membuat para petani keramba di kawasan tersebut merugi,
Peristiwa ini ditunggu tunggu oleh warga sekitar, bahkan dari luar daerah sekalipun.

Pasalnya,selain mengakibatkan harga ikan mujair, nila dan udang menjadi murah, wargapun bisa menangkap ikan dengan mudah dan gampang karena ikan berada di permukaan Ranu Akibat keracunan.

Menurut Kasi Produksi dan Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Joko Sulistyono menjelaskan, bahwa fenomena koyo lazim dikenal dengan istilah Upwelling, dimana adanya perbedaan suhu/masa udara lapisan bawah Ranu naik, hingga membuat pergerakan udara vertikal, Minggu (02/08/20)

“Perbedaan massa udara inilah yang mengakibatkan kadar belerang yang tersimpan naik, hingga menyebabkan ribuan ikan keracunan”imbuhnya.

Risma Akhmalia yang merupakan masyarakat sekitar Ranu Klakah mengungkapkan,”fenomena ini membuat harga ikan lebih murah dari biasanya.
“petani keramba menjual ikan budidayanya ke pedagang sekitar 30 ribu, di pasaran sekitar 33-35 ribu dengan adanya peristiwa ini harga ikan anjlok, 25ribu hingga 20 ribu per kilonya,”tuturnya.

Risma menambah kan,”bahkan jika kejadian fenomena koyok ini semakin lama harga ikan ini bisa sangat murah hingga mampu terjual 10 RB/kg”.

“Peristiwa ini sangat ditunggu tunggu oleh warga mas karena seluruh warga dapat dengan mudah menangkap ikan mujair” pungkasnya.(Shol/Red)