Klarifikasi Ketua RT Celep Sidoarjo, Yang Dituding Sunat Dana Bansos

0
76

Sidoarjo,(Gerakjatim.com) – Pembagian Dana Bantuan Sosial Tunai(BST) ke warga terdampak Covid-19 menimbulkan polemik. Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 17 RW 05 Kelurahan celep Kecamatan Sidoarjo Edi su’ud supriyanto disebut-sebut menyunat dana bst blt sebesar Rp 100 ribu dari nominal yang ditetapkan sebesar Rp 300 ribu.

 

Edi su’ud supriyanto  selaku Ketua RT memberikan klarifikasinya. Edi menjelaskan, dirinya menyetorkan nama-nama yang dinilai berhak mendapatkan dana Bantuan Sosial ke Kelurahan celep

Saat itu, totalnya ada lebih dari 25 nama Ke Pihak kelurahan nama-nama yang diserahkan tadi tapi yang dapat cuman 18

 

 

Singkat cerita, Edi menuturkan Saat itu, dia bersama dengan beberapa pengurus RT  serta perwakilan warga berembuk untuk menyiasati nama-nama yang tidak dapat bantuan.

 

Tercetuslah ide subsidi silang, yaitu memotong Rp 100 ribu dari masing-masing penerima untuk dibelikan sembako. Edi  menegaskan, sembako itulah yang akan dibagikan kepada orang-orang yang tidak dapat bantuan

 

Edi  menegaskan, tidak ada niatan sama sekali untuk mengambil jatah penerima bansos untuk saya pribadi Pemotongan itu semata-mata untuk menolong warga lain yang berhak tetapi tidak mendapatkan dana bansos.

 

“Kita lihat banyak yang gak dapat, bagaimana cara mengatasi. Jika tidak ada solusi pasti kan ada yang bergejolak karna yang terdampak covid 19 ini bukan cuman orang gak mampu saja tapi semua warga,” ujar Edi.

 

“Saya terus spontanitas tuh ya sudah besok yang dapat dipotong saja Rp 100 ribu untuk dibelikan sembako nanti dibagikan kepada yang gak dapat. Usul itu disetujui oleh yang lain dan saya juga sudah memberi tau ke pak lurah dan ke babinsa bukan saya langsung mengambil keputusan sendiri Saya gak berpikir sama sekali kalau itu salah, gak berpikir sama sekali ke situ. Saya cuma kasihan melihat banyak orang yang tidak diterima, misalnya ada janda dia malah gak dapat,” Tambah Edi.

 

Ketua keamanan Mail juga membenarkan “perkataan edi benar kata pak rt kalau semua yang dilakukan sudah di musyawarah kan bukan langsung mengambil keputusan sendiri saya sangat kecewa dengan ada nya pemberitaan seperti itu alangkah baik nya kalau mau bikin berita itu konfirmasi dulu ama pihak pihak yang bersangkutan bukan asal memberitakan kalau sudah kayak gini pak rt toh yang jadi korban sedangkan niat nya pak rt baik biar warganya dapat bantuan semua,” ujar Mail.

 

Pengakuan warga ibu Agung. “Saya janda saya gak dapat bantuan dana bst/blt tapi berkat kebijakan pak rt/edi ahirnya saya dapat bantuan juga kok malah ada berita miring tentang pak rt saya gemes saat baca berita nya dan saya mewakili ibu ibu warga rt 17 siap membela pak rt karna dia gak salah,” pungkas warga.

 

 

Jurnalis holik