MA Syarif Hidayatulloh Mojokerto Terbakar, Ujian Nasional Tersendat

0
115
Kondisi ruang laboratorium komputer MA Syarif Hidayatulloh di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, yang ludes terbakar. Foto/SINDOnews/Tritus Julan

MOJOKERTO – Kebakaran hebat melanda Madrasah Aliyah (MA) Syarif Hidayatulloh, di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, empat ruangan di sekolah itu hangus terbakar, Selasa (10/3/2020).

Empat ruang yang terbakar itu diantaranya, dua ruang kelas, satu ruang guru serta satu ruang laboratorium komputer. Selain menghanguskan seluruh ruangan, api juga membakar puluhan unit laptop dan komputer milik sekolah.

Kepala Sekolah MA Syarif Hidayatulloh Ahmad Faqih mengungkapkan, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 02.00 dini hari. Api kali pertama diketahui oleh warga yang sedang melintas di jalan penghubung antar kecamatan yang berada tepat di sebelah sekolah.

“Kejadiannya sekitar pukul dua dinihari. Api muncul, kemudian diketahui warga dan langsung dilaporkan ke Kepala Desa (Kades),” kata Faqih saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (10/3/2020).

Usai menerima laporan itu, Kades Medali Miftahuddin, lantas menghubungi kantor Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Mojokerto. Sekitar 30 menit kemudian, dua unit mobil PMK tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Besarnya kobaran api sempat membuat petugas sedikit kesulitan.

Api pun baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.00 WIB. Kendati demikian, empat ruang kelas di sekolah tersebut sudah hangus dilalap api. Terparah, ruang laboratorium komputer. Seluruh ruangan beserta isinya luluh lantah nyaris tak tersisa akibat amukan si jago merah.

“Yang paling parah ruang laboratorium komputer. Sebanyak 20 unit komputer dan laptop serta tiga unit server utama semuanya terbakar. Selain itu juga dua ruang kelas rusak parah di bagian atap. Bangku-bangku juga ikut terbakar,” jelas Faqih.

Tak hanya membakar empat ruang kelas dan puluhan komputer, akibat kebakaran ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah ini terhambat. Bahkan, pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di sekolah tersebut juga tersendat.

“Untuk kelas X dan XI kita kondisikan mungkin dua hari tiga hari kita suruh belajar di rumah dulu. Sedangkan kelas XII karena peralatannya terbakar, jadi pelaksanaan UANBN-BK hari kedua ini dipindahkan ke MTs yang masih satu yayasan. Yang penting anak-anak tetap bisa ujian,” papar Faqih.(eyt)

 

 

 

Sumber: jatim.sindonews.com