Pasutri Asal Pasuruan Ini Ngaku Tak Culik Anak Majikan, Tapi Bawa Tanpa Izin

0
3001
Penyerahan balita yang diduga diculik dari Malaysia ke ibu kandungnya di Mapolda Jatim/Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya,(GerakJatim.com) – Polisi mengamankan pasutri asal Pasuruan yang diduga menculik balita dari Malaysia. Kini, anak tersebut telah dikembalikan ke ibu kandungnya.

Sementara pelaku menegaskan dirinya tak melakukan penculikan. Pelaku Sholihin menjelaskan, di beberapa pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa dirinya menculik anak majikannya. Padahal di Malaysia, ia mengaku bekerja sebagai pemborong, bukan asisten rumah tangga (ART).

“Saya bawa anak ini dari umur 26 hari. Jadi maaf di TV saya dituduh curi anak majikan itu salah. Majikan siapa, saya di sana jadi pemborong dan tetanggaan sama Ibu Rosdiana. Saya kenal baik sama almarhumah ibunda Rosdiana jadi hubungan dengan keluarga di sana sangat baik,” kata Sholihin kepada detikcom di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (13/3/2020).

Usai dikembalikan ke ibu kandungnya, Sholihin mengaku berat melepas balita yang kini berusia tiga tahun itu. Meski begitu, dia sadar dan harus mengikhlaskan.

“Ya kami ikhlas memang walaupun berat hati kami lepaskan, kalau undang-undang dari negara kan memang gak boleh. Karena di waktu itu (saat berniat merawat balita itu) kami juga gak pegang surat hitam putih. Jadi saling percaya,” imbuhnya.

Sholihin juga mengaku salah telah membawa kabur anak itu dari Malaysia. Namun dia juga sempat salah paham karena awalnya mengira anak tersebut diberikan kepadanya.

“Dulu niatnya saya ingin merawat terus dikasihkan ke saya. Saya pikir ini untuk selamanya. Terus tiba-tiba 6 bulan sebelum saya pulang ke sini, saya dapat omongan dari suami Ibu Rosdiana, kalau dibesarkan di Malaysia nggak apa, tapi kalau dibawa ke Indonesia nggak boleh. Dari itu saya bawa ke sini tanpa izin orang tuanya,” papar Sholihin.

Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Fadli Widiyanto membenarkan Sholihin bukan ART dari Rosdiana. “Bukan, dia tetangga saja,” ungkap Fadli.

Selain itu, Fadli juga menyampaikan, motif pelaku membawa balita tersebut yakni sebagai pancingan agar bisa mendapat momongan. “Pancingan, karena kepercayaan di Indonesia kalau ndak punya anak merawat anak kecil kemudian bisa hamil. Dari awal ibu korban mempersilakan kalau mau merawat tapi tidak dibawa pulang ke Indonesia,” paparnya.

“Sehingga orang tua kandungnya mempersilakan agar bisa hamil, bukan kemudian dibawa menjadi anak mereka sampai dibawa ke Indonesia. Ternyata mereka diam-diam mengurus dokumen seolah anak mereka kandung dibawa ke Indonesia,” lanjut Fadli.

Sebelumnya, pasutri asal Pasuruan berinisial AB dan S diamankan polisi. Mereka dilaporkan menculik putri majikannya di Malaysia yang masih berusia 3 tahun.(sun/bdh)

 

 

 

 

 

 

Sumber: news.detik.com/jawatimur