Pimpin Apel Gabungan, Kapolres Tanjung Perak Instruksikan Dalam Pengamanan Unjuk Rasa Anggota Dilarang Membawa Senjata Api

0
46

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si, M.H., pimpin langsung kegiatan Apel persiapan pengamanan unjuk rasa menolak undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, didepan halam Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis pagi, (08/10/2020).

Kegiatan Apel yang diikuti personil gabungan dari berbagai unsur sebanyak 232 orang, dengan rincian anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak 116 personil, anggota Kodim 15 personil, anggota Marinir 61 personil, Polair 25 personil, Damkar 11 personil dan tim kesehatan 4 personil.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 Wib, itu. Juga dihadiri para Kapolsek jajaran dan para pejabat utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam sambutannya Kapolres membagi tugas-tugas yang telah ditentukan. Termasuk Tim negosiator yang dipimpin oleh Kasat Binmas yang nantinya juga akan melakukan aksi simpatik untuk mendinginkan suasana.

Kemudian ada Tim pengawalan dibawah kendali Kasat Lantas yang juga bertugas untuk membawa peralatan seperti water Barrier, Traffic Cone dan lain-lain.

Selanjutnya ada Tim Surveilence, Identifikasi dan Dokumentasi yang bertugas merekam aksi, dimana jika ada Kontijensi bisa digunakan untuk penegakan hukum serta mengkomunikasikan dengan Korlap Aksi sehingga bisa melihat adakah penumpang gelap atau provokator yang ingin memperburuk situasi.

Saat itu Kapolres juga memerintahkan para personil, khususnya TNI dan Polri, untuk tidak membawa senjata api saat melakukan tugas pengamanan unjuk rasa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu Kapolres juga menyampaikan supaya dalam pengamanan ini para personil tidak mudah tersulut emosi, sehingga membuat suasana ricuh.

Diterangkan Kapolres usai memimpin apel, pihaknya akan mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa ini dengan tetap mengedepankan sikap humanis.

“Kami sudah membagi tugas pada para personil yang terlihat pengamanan unjuk rasa ini. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar, Amien,” harapnya.

Aksi unjuk rasa menentang undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja berlangsung serentak pada hari ini di sejumlah daerah yang dilakukan para buruh serta mahasiswa. (Ibad/Ros)