Mau Mentas Di Bangkalan “OM. ADELLA” Dibubarkan Polisi

0
863

Bangkalan, (Gerakjatim.com) – Wabah virus corona yang kian merebak di sejumlah daerah di Indonesia menjadi perhatian serius aparat Kepolisian. Untuk menghindari penyebaran virus tersebut meluas, Polisi mengambil tindakan tegas dengan membubarkan setiap kegiatan yang melibatkan kerumunan massa.

Dalam hal itu, terlihat aparat Kepolisian dari Resort Bangkalan Sektor bersama anggota Kodim 0829 Bangkalan dengan sigap menggagalkan acara pementasan panggung hiburan “OM. ADELLA” dalam rangka resepsi pernikahan anak seorang Kepala Desa Bunajih, Kec. Labang, Kab. Bangkalan, Madura Jatim.

Penggagalan acara pementasan panggung hiburan “OM. ADELLA” itu terpaksa dilakukan karena warga tersebut mengabaikan imbauan untuk tak menggelar acara keramaian dalam rangka mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

“Kami terpaksa menggagalkan kegiatan panggung hiburan tersebut, karena langkah itu dilakukan untuk menghindari munculnya klaster penularan Covid-19 di Bangkalan,” ucap Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, S.I.K., kepada media ini Senin Siang (21/12/2020).

Kegiatan panggung hiburan “OM. ADELLA” yang digelar oleh Kepala Desa Bunajih itu, bernama Bapak Samsul Arifin, dalam rangka hajatan pernikahan anaknya Lipah dan Hamed yang digelar dirumahnya, pada Minggu Malam (20/12/2020).

“Kami melakukan tindakan-tindakan kemanusiaan mengedepankan upaya persuasif dan humanis kepada seluruh masyarakat yang masih terlihat berkumpul,” kata orang nomor satu di Mapolres Bangkalan.

Selain itu, orang nomor satu di Mapolres Bangkalan juga menjelaskan, untuk mencegah warga berkerumun, Polri dan TNI serta Satpol-PP akan melakukan patroli keliling di kab. Bangkalan menjelang perayaan hari Natal dan tahun baru (NATARU)

“Jadi mohon maaf kepada masyarakat, kalau ada kerumunan, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP akan bertindak,” tegasnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, S.I.K., juga menyampaikan harapannya, kepada masyarakat agar selalu mematuhi apa yang telah diinformasikan oleh pemerintah terkait dengan larangan mengumpulkan massa.

“Hajat pernikahan dan ‘otok-‘otok silahkan. Kalau panggung hiburan untuk sementara tidak boleh dan lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai situasi sudah dinyatakan kondusif,” tutupnya. (Rosi)