Razia Eks lokalisasi Balong Cangkring, Sejumlah Pemuda Lari Tunggang Langgang

0
1157
Tiga PSK yang diamankan di eks lokalisasi Balong Cangkring, Kota Mojokerto. Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk dibina.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.

Mojokerto (GerakJatim.com) – Aksi kejar-kejaran mewarnai razia penyakit masyarakat di eks lokalisasi Balong Cangkring (BC) di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Sabtu (8/2/2020) malam.

Sejumlah pemuda yang tengah asyik menggoda pekerja seks komersial (PSK), nampak lari tunggang langgang kala petugas gabungan Satpol PP dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto tiba di lokasi. Mereka berusaha kabur menyelamatkan diri dari sergapan petugas yang datang tiba-tiba.

Apesnya, tiga wanita tuna susila berhasil ditangkap saat mencoba kabur. Selain itu, seorang pria hidung belang juga diamankan akibat salah ambil motor. Sementara satu pemuda lainnya, juga berhasil diamankan usai terjatuh dari motor. Pria yang mengendarai motor Honda Vario nomor polisi S 3770 YF itu juga nyaris menabrak petugas.

“Kamu diminta berhenti malah tancap gas, kamu mau kemana? Kalau tidak salah kenapa mau kabur. Mau nabrak orang lagi. Mana KTP (Kartu Tanda Penduduk) kamu,” hardik salah seorang petugas Satpol PP Kota Mojokerto, Mahendra, sembari mencabut kunci motor pria tersebut.

Tak hanya itu, ada yang menarik saat petugas berusaha mengamankan tiga orang PSK dan dua pria hidung belang itu. Salah seorang PSK terus merengek saat petugas memintanya naik ke mobil patroli. Wanita berusia 34 tahun, itu terus memohon agar petugas penegak perda tidak membawanya.

“Pak tolong kasihani saya dan anak saya. Anak saya masih di sana. Sakno anaku, engko karo sopo (Kasihan dia nanti sama siapa kalau saya dibawa). Aku mau gak lapo-lapo (Saya tadi tidak ngapa-ngapain),” rengek wanita yang sehari-hari tinggal di bekas lokalisasi BC itu.

Rengekan ibu muda itu nyatanya tak membuat petugas penegak ketertiban itu luluh. Tiga orang PSK dan dua pria hidung belang itu tetap diangkut petugas ke mobil patroli. Mereka kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto untuk dilakukan pedataan dan pembinaan.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengungkapkan, razia itu dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat. Informasi yang diterima, bisnis prostitusi kembali menggeliat di eks lokasisasi terbesar di Kota Onde-onde itu. Padahal, lokalisasi itu sudah ditutup sejak tahun 2016 silam.

“Ini berdasarkan aduan dari masyarakat. Hari ini kami tindak lanjuti, hasilnya ada 3 orang wanita tuna susila dan dua pria hidung belang yang diamankan. Saat diamankan mereka belum bertransaksi,” kata Dodik saat ditemui usai menggelar razia, Minggu (9/2/2020) dini hari.

Tiga wanita PSK yang diciduk petugas dalam razia tersebut merupakan warga setempat. Menurut Dodik, mereka tidak setiap hari membuka bisnis esek-esek itu. Dodik memastikan, ketiganya bukan PSK dari luar daerah yang sengaja datang ke eks lokalisasi BC untuk melakukan praktik prostitusi.

“Jadi hanya kadang-kadang mereka masih melakukan praktik prostitusi itu. Karena memang ada sebagian (PSK) yang masih tinggal di sana dan menetap di sana (BC). Tapi pasca ditutup tahun 2016 lalu, kegiatan itu (prostitusi) di sana sudah sangat jauh berkurang,” imbuh Dodik.

Sebenarnya, lanjut Dodik, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial (Dinsos) sudah melakukan pembinaan sejak penutupun eks lokalisasi BC. Namun, lantaran terdesak kebutuhan hidup, membuat beberapa mantan PSK itu diam-diam kembali membuka praktik prostitusi di lokasi tersebut.

“Karena tidak memiliki ketrampilan akhirnya membuka lagi. Untuk yang terjaring ini, akan kita lakukan pembinaan. Kami juga akan koordinasi dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Mojokerto serta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan tes HIV/AIDS,” tandas pria yang pernah menjabat Kabag Humas Pemkot Mojokerto itu. (msd)

 

 

Sumber: jatim.sindonews.com