29.5 C
Surabaya
Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Peristiwa Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Nganjuk, (Gerakjatim.com) – Warga Dusun Glidah, RT 01, RW 02 Desa Gampeng, Kec. Ngluyu, Kab. Nganjuk digemparkan dengan seorang pria paruhbaya yang gantung diri dikandang sapi milik tetangganya. Sebelumnya, pria paruhbaya yang memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

Diketahui pria paruhbaya yang nekat gantung diri di kandang sapi milik tetangganya itu bernama Takrip (60), ia ditemukan pertama kali oleh istrinya yaitu Waginem perempuan (52), pada saat mau memberi makan hewan ternaknya.

Atas kejadian itu, Waginem langsung memberitahukan kepada Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian itu ke Polisi. Tak lama berselang pihak Kepolisian dari Polsek Ngluyu Polres Nganjuk dan Tim Medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Menurut keterangan Kapolsek Ngluyu Iptu Roni Andreas Suharto, S.H., waktu di lokasi, pihaknya mengatakan, jasad korban gantung diri tersebut, ditemukan pertama kali oleh saksi Waginem yang merupakan istri dari korban pada pukul 12.55 Wib, saat memberi makan hewan ternaknya.

“Melihat hal itu, saksi bergegas untuk memberitahukan kepada ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian ini ke kami atau ke Polsek Ngluyu,” ucapnya.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian, menurunkan jasad dari gantungan. Tim medis yang memeriksa, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuhnya.

“Dari hasil identifikasi ditemukan adanya tanda tanda gantung diri yang diantaranya, kemaluan mengeluarkan cairan dan air seni, dubur mengeluarkan kotoran, lidah menjulur dan terdapat bekas jeratan tali pada leher korban serta tidak ditemui tanda aniaya,” jelasnya.

“Mungkin saja sakitnya ini menambah dia depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” sambungnya.

Ia menambahkan, sementara dari keterangan pihak keluarganya, bahwa korban memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

“Keluarga korban menerima kematian suaminya dan menolak untuk diotopsi serta sanggup membuat surat peryataan yang diketahui kepala Desa Gampeng, Kec. Ngluyu,” pungkas Iptu Roni Andreas Suharto, S.H. (Mayy/red)

- Advertisment -

Most Popular

Pakar Hukum Sebut Kerumunan di Maumere Spontan, Tak Ada Unsur Pidana

Jakarta, (Gerakjatim.com) - Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Prof Agus Surono menyampaikan bahwa kerumunan massa di Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Hasil Rapid Test Antigen, Tak Ada Warga Positif Covid dalam Kerumunan Jokowi di NTT

Jakarta, (Gerakjatim.com) - Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Edmon Bura mengungkapkan tak ada warga yang terpapar Covid-19 dalam kerumunan...

Unit Reskrim Polsek Semampir Tangkap Dua Dari Tiga Buronan Terkait Pencurian HP

Surabaya, (Gerakjatim.com) - Unit Reskrim Polsek Semampir tangkap dua dari tiga buronan terkait kasus pencuri HP yang terjadi di warung-warung Box Calvet Jl. Pegirian,...

Pakar Hukum UI Sebut Kerumunan di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta, (Gerakjatim.com) - Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di MaumereĀ  yang terjadi saat Presiden Joko Widodo...