29.5 C
Surabaya
Sabtu, Maret 2, 2024
Beranda Peristiwa Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Nganjuk, (Gerakjatim.com) – Warga Dusun Glidah, RT 01, RW 02 Desa Gampeng, Kec. Ngluyu, Kab. Nganjuk digemparkan dengan seorang pria paruhbaya yang gantung diri dikandang sapi milik tetangganya. Sebelumnya, pria paruhbaya yang memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

Diketahui pria paruhbaya yang nekat gantung diri di kandang sapi milik tetangganya itu bernama Takrip (60), ia ditemukan pertama kali oleh istrinya yaitu Waginem perempuan (52), pada saat mau memberi makan hewan ternaknya.

Atas kejadian itu, Waginem langsung memberitahukan kepada Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian itu ke Polisi. Tak lama berselang pihak Kepolisian dari Polsek Ngluyu Polres Nganjuk dan Tim Medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Menurut keterangan Kapolsek Ngluyu Iptu Roni Andreas Suharto, S.H., waktu di lokasi, pihaknya mengatakan, jasad korban gantung diri tersebut, ditemukan pertama kali oleh saksi Waginem yang merupakan istri dari korban pada pukul 12.55 Wib, saat memberi makan hewan ternaknya.

“Melihat hal itu, saksi bergegas untuk memberitahukan kepada ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian ini ke kami atau ke Polsek Ngluyu,” ucapnya.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian, menurunkan jasad dari gantungan. Tim medis yang memeriksa, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuhnya.

“Dari hasil identifikasi ditemukan adanya tanda tanda gantung diri yang diantaranya, kemaluan mengeluarkan cairan dan air seni, dubur mengeluarkan kotoran, lidah menjulur dan terdapat bekas jeratan tali pada leher korban serta tidak ditemui tanda aniaya,” jelasnya.

“Mungkin saja sakitnya ini menambah dia depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” sambungnya.

Ia menambahkan, sementara dari keterangan pihak keluarganya, bahwa korban memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

“Keluarga korban menerima kematian suaminya dan menolak untuk diotopsi serta sanggup membuat surat peryataan yang diketahui kepala Desa Gampeng, Kec. Ngluyu,” pungkas Iptu Roni Andreas Suharto, S.H. (Mayy/red)

Most Popular

Tingkatkan Keimanan, Polisi Berikan Bimbingan Rohani Kepada Tahanan di Polres Tulungagung

Tulungagung, (gerakjatim.com) – Para tahanan dari sejumlah kasus yang saat ini berada di rumah tahanan Polres Tulungagung mendapatkan bimbingan kerohanian oleh Polres Tulungagung. Program ini...

Pemilu Berjalan Aman, Kapolres Lumajang Apresiasi Insan Pers di HPN 2024

Lumajang, (gerakjatim.com) - Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K. menghadiri tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2024 digelar Ikatan Wartawan Lumajang (IWL) di Istana...

Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Probolinggo dan Disperindag Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok di Sejumlah Pasar

Probolinggo, (gerakjatim.com) - Jajaran Polres Probolinggo Polda Jawa Timur melakukan pengawasan dan pengecekan pasar di Kecamatan Dringu untuk memastikan harga sembako kembali stabil pasca...

Kapolres Jember Serahkan Santunan untuk Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal

Jember, (gerakjatim.com) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, bersama dengan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Jember, melakukan penyerahan santunan kepada...