29.5 C
Surabaya
Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Peristiwa Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Seorang Gantung Diri di Kandang Sapi, Gemparkan Warga Desa Gampeng

Nganjuk, (Gerakjatim.com) – Warga Dusun Glidah, RT 01, RW 02 Desa Gampeng, Kec. Ngluyu, Kab. Nganjuk digemparkan dengan seorang pria paruhbaya yang gantung diri dikandang sapi milik tetangganya. Sebelumnya, pria paruhbaya yang memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

Diketahui pria paruhbaya yang nekat gantung diri di kandang sapi milik tetangganya itu bernama Takrip (60), ia ditemukan pertama kali oleh istrinya yaitu Waginem perempuan (52), pada saat mau memberi makan hewan ternaknya.

Atas kejadian itu, Waginem langsung memberitahukan kepada Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian itu ke Polisi. Tak lama berselang pihak Kepolisian dari Polsek Ngluyu Polres Nganjuk dan Tim Medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Menurut keterangan Kapolsek Ngluyu Iptu Roni Andreas Suharto, S.H., waktu di lokasi, pihaknya mengatakan, jasad korban gantung diri tersebut, ditemukan pertama kali oleh saksi Waginem yang merupakan istri dari korban pada pukul 12.55 Wib, saat memberi makan hewan ternaknya.

“Melihat hal itu, saksi bergegas untuk memberitahukan kepada ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian ini ke kami atau ke Polsek Ngluyu,” ucapnya.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian, menurunkan jasad dari gantungan. Tim medis yang memeriksa, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuhnya.

“Dari hasil identifikasi ditemukan adanya tanda tanda gantung diri yang diantaranya, kemaluan mengeluarkan cairan dan air seni, dubur mengeluarkan kotoran, lidah menjulur dan terdapat bekas jeratan tali pada leher korban serta tidak ditemui tanda aniaya,” jelasnya.

“Mungkin saja sakitnya ini menambah dia depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” sambungnya.

Ia menambahkan, sementara dari keterangan pihak keluarganya, bahwa korban memiliki riwayat sakit struk ringan dan tak kunjung sembuh.

“Keluarga korban menerima kematian suaminya dan menolak untuk diotopsi serta sanggup membuat surat peryataan yang diketahui kepala Desa Gampeng, Kec. Ngluyu,” pungkas Iptu Roni Andreas Suharto, S.H. (Mayy/red)

- Advertisment -

Most Popular

Klarifikasi Ketua RT Celep Sidoarjo, Yang Dituding Sunat Dana Bansos

Sidoarjo,(Gerakjatim.com) - Pembagian Dana Bantuan Sosial Tunai(BST) ke warga terdampak Covid-19 menimbulkan polemik. Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 17 RW 05 Kelurahan celep Kecamatan...

Selama November, Satreskoba Polrestabes Surabaya Tangkap 49 Tersangka

Surabaya,(GerakJatim.com) - Satreskoba Polrestabes Surabaya ungkap 36 kasus peredaran dan penggunaan narkoba sepanjang bulan November 2020. Setidaknya ada 49 orang diamankan. Dari pengungkapan ini barang...

Galakkan Operasi Yustisi, Kapolsek Ingatkan Masyarakat Agar Patuhi Prokes

Surabaya, (Gerakjatim.com) - Upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) terus digalakkan oleh pihak Kepolisian Sektor Mulyorejo Polrestabes Surabaya salahsatunya adalah melakukan kegiatan...

Menteri Pertanian Lepas Tim “Jelajah Desa Pangan” dan Resmikan Alpukat Pameling

Malang,(GerakJatim.com) - Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo S.H, M.Si, M.H diwakili Sekertaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandri ,Msi...