Tabrak Lari Tukang Becak Di Kediri, Pelaku Berhasil Ditangkap Di Malang

0
892

Kediri,(GerakJatim.com) – Pelaku tabrak lari yang menewaskan tukang becak di Jalan Raya Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri berhasil terungkap.

Pelaku yang menggunakan mobil Kijang Innova diamankan petugas unit Laka Satlantas Polres Kediri di rumahnya, bertempat di Desa Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menanggapi hal ini, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K, mengatakan, pelaku berinisial DK (56) Desa Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pelaku diamankan belum genap 12 jam, mengingat laka tersebut terjadi pada Kamis pagi (7/1/2021).

“Anggota Unit Lakalantas berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 19.50 WIB,” ungkap AKBP Lukman Cahyono, dalam siaran pers, di Kediri, Jumat (8/1/2021).

AKBP Lukman merinci, terungkapnya pelaku berinisial DK itu berawal dari petugas melakukan penyelidikan melalui kendaraan dari adanya keterangan para saksi dan dari CCTV yang merekam mobil tersebut, yakni diketahui satu unit mobil Kijang Innova berpelat nomor N 77 YF. Bahkan pelaku DK yang sudah berada di rumahnya sempat mengganti plat nomornya sebanyak lima kali.

“Karena pelaku mengganti nopol sebanyak lima kali, dan yang terakhir kali diganti kami berhasil menemukan,” ungkap AKBP Lukman.

Selain itu, untuk menemukan mobil tersebut juga berkoordinasi dengan petugas kepolisian Polres Malang. Ketika berada di rumahnya, DK sempat tidak mengakui jika menabrak tukang becak tersebut. Namun jika dilihat dari kondisi mobil milik DK yang sudah pecah bagian kaca depan dan bemper yang pesok menjadi bukti DK telah melakukan tabrak lari.

Saat diinterogasi oleh petugas, DK mengaku nekat kabur dari kejadian tabrakan karena saat peristiwa tersebut, pria ini takut diamuk massa.

“Sebelumnya ia mengaku kalau mengantuk saat berkendara, dan langsung pergi tanpa bertanggung jawab,” kata Kapolres Kediri.

Akibat perbuatannya, pelaku DK dijerat 310 Undang-Undang nomor 2 tahun 2009 pasal 4 tentang kelalaian, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, pelaku juga mengaku saat menabrak becak, dia tidak sempat mengerem atau berhenti.

Pelaku tabrak lari, DK, mengatakan, justru ia berhenti satu menit saat hendak menuju ke wilayah Tulungagung. Tapi, setelah itu ia langsung kabur, karena beralasan takut amukan warga.

“Saya tidak jadi ke Tulungagung, namun saya kembali ke rumah di Kota Malang. Saya rencananya mau refreshing,” kata pelaku DK. (ac)

 

 

 

 

RRI Surabaya