Tak Terima Anaknya Dipukul Mahasiswa Pemabuk, Berakhir Dengan Pembacokan

0
985

Pasuruan,(Gerakjatim.com) – Asdiono (47) warga Dusun Karang Anyar, Desa Dandanggendis, Nguling, Pasuruan naik pitam melihat anaknya dianiaya. Ia langsung membacok pemuda mabuk yang memukul anaknya dengan botol miras.

“Korban menderita luka akibat senjata tajam di bagian pinggang,” kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto, Rabu (30/12/2020).

Peristiwa ini bermula saat korban, Mochammad Nasichudin (25), warga Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, membuat keributan di sebuah warung di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Selasa (29/12) malam. Saat itu mahasiswa ini dalam kondisi mabuk miras.

“Korban menendang pintu rumah warga sambil minta uang. Lalu menendang sepeda motor warga hingga terjatuh,” terang Endy.

Setelah itu korban terus berjalan sempoyongan hingga ke desa tetangga, Desa Dandanggendis. Tepat di depan rumah Asdinoto, korban bertemu Robi. Robi merupakan anak Asdinoto.

“Tiba-tiba korban memukul kepala saudara Robi dengan botol minuman keras. Melihat kejadian itu, saudara Asdinoto masuk rumah mengambil pedang. Ia membacok korban mengenai pinggangnya hingga sobek,” terang Endy.

Meski terluka, korban yang masih dalam pengaruh minuman alkohol tetap berdiri. Ia berjalan sempoyongan kemudian terjatuh tak sadarkan diri.

“Setelah itu beberapa warga menolong korban dan membawa ke RSUD Grati,” jelas Endy.

Saat dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, korban belum sadarkan diri. Sementara Asdinoto melarikan diri.(Red)