Tiba tiba Mogok, Pick Up di Blitar Disambar Kereta Api

0
159
Tampak kecelakaan kereta api di perlintasan tak berpalang pintu di lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Foto/Ist

BLITAR (GerakJatim.com) РSebuah mobil pikap tiba tiba mengalami mati mesin saat menyeberang perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Posisi bak mobil yang tengah mengangkut kayu itu tepat berada di tengah perlintasan. Sementara bagian kepala mobil sudah keluar dari perlintasan.

Sialnya, dari arah barat tengah meluncur KA Malioboro Ekspres relasi Malang-Jogjakarta dengan kecepatan tinggi. Tabrakan hebat pun tak terelakkan.

Saksi mata melihat bagaimana mobil pikap yang tersambar bagian belakangnya itu terpental jauh. Bak mobil ringsek berat dengan sebagian kaca mobil ambyar.

Dua orang, yakni sopir dan kernet mobil terluka parah. “Satu terluka di bagian kepala dan satunya lagi sepertinya di bagian leher,” kata Rudi Santoso, Ketua RW I Kelurahan Gedog Minggu (2/2/2020).

Kedua korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo. Dari data yang dihimpun, salah satu korban teridentifikasi bernama Mujib Hasim, warga Desa Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

Menurut Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, kecelakaan terjadi karena korban kurang mematuhi rambu rambu yang ada di perlintasan. “Mobil langsung menyeberang, tidak berhenti sejenak, tengok kanan kiri,” kata dia.

Kecelakaan membuat selang air brake  lokomotif rusak. Kecelakaan juga mengakibatkan sejumlah perjalanan KA terganggu.

Di antaranya KA 171 (Malioboro) relasi Malang – Blitar, KA 291 (Matarmaja) relasi Malang – Pasar Senen yang berhenti sejenak di stasiun Garum dan KA 452 (Penataran) relasi Blitar – Surabaya yang menunggu di stasiun Blitar.

Mengacu UU 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian, kata Ixfan ada kewajiban pemerintah untuk melakukan tindakan mulai dari menutup atau meminta izin ke Kemenhub (Ditjen KA) untuk dipasang pos dan petugas jaga perlintasan sebidang.

“Ini terkait keselamatan perjalanan KA dan evaluasi keberadaan perlintasan sebidang jalur KA di wilayahnya. Mulai dari bangunan sekitar jalur yang mempengaruhi pandangan, dan frekuensi kendaraan di perlintasan yang terus meningkat,” kata dia. (nth)

 

Sumber: jatim.sindonews.com