Viral, Video Langgar PSBB, Baku Hantam Habib Umar Abdullah Assegaf Dengan Oknum Satpol-PP, Begini Kronologi nya

0
183

Surabaya, (GerakJatim.com) – Viralnya video Habib Umar Abdullah Assegaf bahu hantam dengan Satpol-PP Jawa Timur di check point Exit Tol Satelit Surabaya ,bermula mobil sedan bernomor polisi N 1 B hendak masuk ke Kota Surabaya pada Rabu sore (20/5/2020), saat sampai di check point Exit Tol Satelit, petugas menghentikan mobil yang ditumpangi Habib Umar Abdullah Assegaf tersebut.

PSBB guna menekan laju penularan virus corona (Covid019) berlaku di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur hingga 25 Mei mendatang. Ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat.

Protokol kesehatan harus dipatuhi, seperti menjaga jarak dan memakai masker. Kendaraan juga tidak boleh diisi penuh. Hanya boleh 50 persen dari batas maksimal kendaraan.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra S.I.K  mengatakan, petugas menghentikan mobil itu karna mengangkut 5 orang penumpang, Hal ini sudah jelas menyalahi aturan PSBB, bahwa kendaraan hanya boleh berisi 50 persen kapasitas. Selain itu, ada pula penumpang yang tak memakai masker” kata Teddy saat di hubungi

” kapasitas mobil hanya boleh di isi maksimal 50 persen, jadi kalau jenis sedan seperti itu harusnya maksimal 3 orang, 1 supir depan, dua penumpang di belakang. Sedangkan kondisi di mobil saat itu full 5 orang,” imbuh Teddy

Petugas lalu meminta mobil tersebut putar balik dan Tidak boleh masuk ke Kota Surabaya, Namun, tiba-tiba Habib Umar Abdullah Assegaf yang memakai pakaian serba putih keluar dari mobil, Dia berteriak dan menolak arahan petugas.

Dalam video tersebut, Habib Umar Abdullah Assegaf sempat berbicara dengan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berada di lokasi, Dia protes mengapa tidak boleh masuk ke Kota Surabaya.

Hingga kemudian, terjadi saling dorong dan baku hantam antara Habib Umar Abdullah Assegaf dengan seseorang yang memakai pakaian Satpol PP, Petugas lain yang ada di lokasi kemudian memisahkan mereka, Habib Umar Abdullah Assegaf tetap tidak boleh masuk Kota Surabaya.

“Kejadian kemarin itu sangat kami sayangkan,” pungkas Teddy Perwira Menengah dengan dua bunga melati emas di pundaknya.(Zi/Red).